Selama bekerja dibidang teknologi komunikasi modern seperti artificial intelligence, interactive voice response (IVR), marketing berbasis data, aku mengira kalau teknologi komunikasi modern belum siap diterima oleh bisnis di Indonesia. Ternyata bisnis-bisnis di Indonesia menjadikan teknologi komunikasi sebagai prioritas mereka dalam menjalankan strategi marketing di 2022.
B2B marketing tidak bisa lagi bersaing dengan mindset yang lama, sekarang B2B harus menjadi fleksibel dan lebih ‘memanusia’. Kita harus mulai memperbarui mindset B2B marketing. Perubahan teknologi yang ada akan menyesuaikan dengan perilaku dan tren konsumen. Strategi B2B yang ‘membosankan’ tidak akan lagi bekerja.
Ini adalah 8 trend B2B yang akan bertahan di tahun 2022
Artificial intelligence (kecerdasan buatan)
Kecerdasan buatan sudah sangat banyak digunakan bisnis di Indonesia. Penggunaan paling sederhananya adalah chatbot untuk membalas chat secara otomatis yang sangat membantu dalam otomasi marketing. Bentuk lainnya AI juga digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari target konsumen menggunakan machine learning dan analisis big data. Keuntungan paling penting dari AI adalah mengotomatisasi proses, mengurangi beban kerja, mengurangi pengeluaran, dan meningkatkan produktivitas.
Konten original dan unik
Konten adalah strategi marketing yang sama pentingnya bagi B2B dan B2C. Karena konten adalah raja, strategi marketing yang tidak memprioritaskan konten pada akhirnya akan gagal. Tapi membuat konten yang B2B untuk 2022 akan sangat beberbeda dibandingkan dengan dulu.
Konten B2B di 2022 membutuhkan keyword research untuk SEO, mengubah cara penyampaian yang kaku menjadi lebih mudah dibaca dan santai, memperbanyak pembuktian dengan hasil dan data yang disajikan dengan lebih personal langsung menyelesaikan masalah calon konsumen.
Konten yang berkualitas bisa digunakan untuk mendatangkan lead, diintegrasikan ke konten CRM, dan juga membutuhkan support dari paid promotion
Mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan setia
Retention marketing mengutamakan kebutuhan dari konsumen baru, tetapi tetap menjaga pelanggan setia. Bisnis yang memperhatikan dan mengutamakan konsumennya juga akan diutamakan oleh konsumennya.
Menjual produk ke pelanggan lama lebih sulit daripada menjual produk ke pelanggan baru. Perusahaan dengan strategi retention marketing yang lebih baik akan memiliki profil pelanggan yang luas dan lebih baik. Menemukan pelanggan baru itu 5 sampai 25 kali lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan setia. Penting bagi perusahaan untuk memiliki basis konsumen yang stabil dan loyal.
Video marketing dan augmented reality
Ketika video marketing dan teknologi augmented reality diadopsi, konten menjadi lebih menarik, menarik, dan mudah diakses. B2B harus menggunakan ini dalam strategi marketing mereka. Video marketing penting karena membawa aspek visual kepada pembeli potensial.
Tren micro-influencer
B2B harus mulai bekerja dengan mikro-influencer karena komunitas target mereka kecil dan biasanya spesifik. Influencer biasanya akan menjadi penyambung dan memperkenalkan bisnis kamu ke target audiens. Namun influencer besar yang sudah terkenal biasanya sangat mahal dan marketnya kurang sesuai dengan B2B, oleh karena itu micro-influencer dengan tema spesifik biasanya lebih sukses.
Semua menjadi digital
Pandemi menjadikan adaptasi digital menjadi lebih cepat daripada seharusnya. Tidak hanya konsumen, namun juga perusahaan diharuskan untuk bisa beradaptasi dengan digitalisasi. Namun, aktivitas digital tidak akan hilang dalam waktu dekat.
Konten Interaktif yang Lebih Baik
Konten interaktif telah menggantikan teks biasa. Ini termasuk iklan kehidupan nyata, kuis, polling, video dan banyak lagi interaksi yang bisa dilakukan agar konten lebih interaktif. Penting untuk membuat konsumen kamu merasa terhubung dan merasakan keunikan dari bisnis kamu.
