Kehadiran chatbot melengkapi layanan yang dimiliki bisnis guna meningkatkan pengalaman pelanggan. Chatbot (chatter bot) adalah program komputer yang dirancang untuk berinteraksi dengan pengguna melalui aplikasi chatting atau platform pesan. Chatbot sederhana yang dapat diadopsi oleh bisnis salah satunya adalah chatbot rule based. Melalui artikel ini, OCA akan membahas lebih dalam mengenai chatbot rule based.
Apa itu Chatbot Rule Based?
Chatbot rule based adalah jenis chatbot yang beroperasi berdasarkan peraturan atau aturan tertentu yang sebelumnya sudah disusun oleh developers. Ketika berinteraksi dengan pengguna, chatbot akan mengikuti peraturan tersebut. Biasanya peraturan-peraturan ini terdiri atas kalimat yang sering ditanyakan oleh pengguna (FAQ) serta beberapa tanggapan yang telah disesuaikan.
Sebagai chatbot sederhana, chatbot rule based berbeda dengan chatbot berbasis artificial intelligence yang mampu memahami lebih dalam pertanyaan dan maksud pengguna. Chatbot rule based hanya mencocokkan pertanyaan pengguna dengan aturan-aturan yang telah disiapkan oleh developer. Oleh karena itu, dalam implementasinya chatbot rule based perlu diupdate atau disesuaikan secara berkala sehingga dapat tetap relevan.
Kelebihan Chatbot Rule Based
1. Kemudahan Implementasi
Implementasi chatbot rule based ke dalam bisnis relatif lebih mudah. Meski prosesnya tidak sederhana, chatbot rule based hanya membutuhkan struktur aturan yang jelas. Lebih mudah lagi ketika bisnis membuat chatbot rule based menggunakan chatbot builder dengan sistem drag and drop. Dengan demikian, bisnis dapat dengan cepat mengembangkan dan meluncurkan chatbot tanpa harus memiliki kemampuan coding yang mendalam.
2. Konsistensi dalam Layanan
Seperti namanya, chatbot rule based beroperasi berdasarkan aturan yang telah dibuat. Mereka memberikan respon secara konsisten atas pertanyaan dan permintaan pengguna di dalam sebuah interaksi. Konsistensi ini membantu bisnis membangun branding yang kuat sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.
3. Scalability
Menyesuaikan kebutuhan bisnis menjadi keunggulan dari chatbot rule based. Jenis chatbot ini dapat diubah dan diperluas mengikuti perkembangan sebuah bisnis. Kamu bisa memperbaharui aturan chatbot kapanpun tanpa mengalami banyak kesulitan.
4. Menghemat Biaya Bisnis
Chatbot berbasis aturan dengan chatbot kecerdasan buatan memiliki perbedaan dari segi harga. Chatbot berbasis aturan atau rule based jauh lebih hemat biaya ketika ingin diadaptasi dan dikembangkan bisnis. Berbeda dengan chatbot artificial intelligence, mereka membutuhkan pembelajaran mendalam, tools yang rumit, waktu yang lama, resources ahli serta peralatan mahal dalam proses pembuatannya.
5. Kontrol Penuh
Dengan chatbot rule-based, bisnis memiliki kendali penuh atas respons yang diberikan kepada pelanggan. Bisnis dapat merancang aturan dengan lebih detail untuk memastikan bahwa chatbot yang mereka buat dapat memberikan jawaban sesuai dengan ekspektasi pelanggan serta kebijakan perusahaan.
6. Kesesuaian Regulasi
Dalam beberapa industri, seperti keuangan atau kesehatan, kepatuhan terhadap regulasi sangat penting. Chatbot rule-based memudahkan sebuah bisnis untuk mematuhi peraturan dan kebijakan yang berlaku karena respons mereka telah ditentukan sebelumnya berdasarkan pedoman yang berlaku.
Bagaimana cara kerja chatbot berbasis aturan?
Chatbot rule based bekerja berdasarkan aturan dan pola yang telah ditentukan sebelumnya supaya bisa memahami dan membalas masukan dari pengguna yang berinteraksi dengan chatbot. Berikut ini adalah cara kerja chatbot rule based:
1. User Input
User input atau masukkan pengguna adalah interaksi yang dimulai ketika pengguna mengirimkan pesan atau perintah kepada chatbot. Bentuk user input ini dapat berupa teks atau suara yang didukung oleh interface dari chatbot tersebut.
2. Pattern Machine
Setelah mendapatkan pesan dari pengguna, chatbot akan meneliti masukkan tersebut dengan teknik pencocokan pola. Pola-pola ini sebelumnya sudah disusun pada saat proses pembuatan chatbot. Chatbot akan secara aktif mencari kata kunci, frasa, atau pola lainnya yang berkaitan dengan pesan yang dikirimkan oleh pengguna.
3. Intent Recognition
Berdasarkan pola dan kata kunci tersebut, chatbot dapat mengidentifikasi maksud atau tujuan pengguna. Pengenalan tujuan ini melibatkan permintaan pengguna ke dalam kategori atau tindakan sebelumnya. Misalnya, jika pengguna menanyakan ketersediaan stok.
4. Rule Basic Logic
Setelah tujuan pengguna diketahui, chatbot menggunakan berbagai aturan yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan logika pengambilan keputusan. Kemudian, chatbot akan memberikan tanggapan yang paling sesuai terhadap permintaan pengguna. Aturan-aturan inilah yang menentukan bagaimana chatbot harus bereaksi terhadap setiap maksud dan tujuan pengguna. Misalnya, maksud dari pengguna untuk mengetahui jadwal operasional toko, chatbot dapat mengambil dan menyediakan informasi yang relevan berdasarkan data yang dimiliki.
5. Response Generation
Berdasarkan aturan dan logika terkait, chatbot dapat membuat tanggapan kepada pengguna. Tanggapan ini muncul sebagai pesan untuk menjawab pertanyaan pengguna. Tanggapan juga dapat mencakup beberapa elemen dinamis, seperti data spesifik yang diambil dari database atau API.
6. User Interaction
Chatbot menyampaikan tanggapan yang dihasilkan kepada pengguna. Selanjutnya, pengguna dapat memperpanjang interaksi dengan memberikan masukan atau permintaan baru kepada chatbot. Chatbot kemudian akan memberikan tanggapan kembali sesuai dengan tahapan di atas.
7. Handling Errors
Tidak menutup kemungkinan bahwa chatbot akan mendapatkan permintaan dari pengguna di luar aturan yang telah disiapkan sebelumnya. Mekanisme ini akan menjamin kemampuan chatbot untuk mengarahkan pengguna untuk mendapatkan bantuan dari human agent dalam mengatasi permintaan mereka.
8. Feedback and Learning
Meskipun chatbot rule based bergantung pada aturan yang telah ditentukan sebelumnya, beberapa dapat mencakup mekanisme feedback yang memungkinkan pengembang untuk terus meningkatkan kinerja chatbot. Interaksi dan umpan balik pengguna dapat digunakan untuk menyempurnakan aturan dan tanggapan dari waktu ke waktu.
Dapatkan Chatbot Rule Based Bisnismu Pakai OCA AI
Kini tidak sulit memiliki chatbot bagi skala bisnis apapun. Kamu bisa memanfaatkan chatbot rule based agar bisa menyesuaikan perkembangan bisnis. Semakin mudah kini proses pembuatan chatbot menggunakan sistem drag and drop dengan OCA AI. Kamu bisa mempersiapkan berbagai macam aturan chatbot. Tingkatkan respon yang konsisten serta tingkatkan pengalaman pelanggan pakai chatbot sekarang!

Leave a Reply