Sebelum membuat chatbot, alangkah baiknya memikirkan chatbot desain dengan matang. Chatbot desain ini terkait alur percakapan bot dengan manusia agar bisa berjalan lancar dan mudah. Alur percakapan chatbot mempengaruhi pengalaman dari user/customer. Untuk itu, perlu adanya peran dari chatbot designer yang memiliki skill teknologi, user experience (UX), serta copywriting dalam membuat chatbot.
Apa itu Chatbot Desain?
Chatbot desain adalah percakapan yang dibuat pada chatbot agar dapat berinteraksi dengan lebih lancar. Chatbot desain membuat respon chatbot lebih manusiawi karena bisa membentuk kepribadian bot, gaya bicara, serta bagaimana alur percakapan dengan user lebih sinkron seperti chatting dengan manusia.
Untuk itu, dalam mendesain chatbot terdapat beberapa hal yang harus dihindari. Tujuannya agar chatbot tidak terlalu nampak seperti robot, seperti berikut ini.
- Bahasa yang kaku
- Balasan terlalu panjang
- Percakapan tidak memberikan respon yang tepat
Tips Chatbot Desain
1. Memilih platform chatbot builder
Memutuskan untuk memilih platform chatbot builder yang tepat merupakan langkah pertama dalam membuat chatbot desain. Platform ini dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis, baik dari fitur hingga harga yang ditawarkan. Kamu bisa gunakan platform chatbot builder seperti OCA AI. Produk OCA AI memiliki interface yang simple, dapat dicustom berdasarkan kebutuhan bisnis, dan mudah digunakan semua orang tanpa harus punya keahlian khusus di bidang teknologi. Kamu bisa merasakan pengalaman drag-and-drop dalam membuat chatbot.
2. Mulai dari chatbot sederhana
Chatbot sederhana akan lebih mudah untuk dibuat. Ini bisa menjadi langkah awal dalam membuat chatbot sebelum beralih ke chatbot yang kompleks. Mulailah dari percakapan sederhana sebagai sambutan dari bot kepada user/customer.

3. Tentukan peran dan tugas bot
Peran chatbot cukup luas, sebagai customer services, support, sales, dan lain-lain. Kamu dapat menentukan terlebih dulu peran chatbot agar tugas yang diberikan bisa lebih spesifik. Sebab, peran dan tugas mempengaruhi kinerja chatbot. Misalnya, bot sales memiliki program utama dalam mempromosikan produk untuk meningkatkan penjualan.
4. Tujuan membuat chatbot
Layaknya sebuah project, dalam membuat chatbot kamu juga harus menentukan tujuan yang ingin dicapai. Kemudian, memahami bahwa chatbot tidak sepenuhnya bisa melakukan segala hal. Sebagai sebuah teknologi, chatbot memiliki keterbatasan karena hanya bisa mengatasi permasalahan berdasarkan apa yang telah diprogram.
5. Buat personality dan gaya bicara chatbot
Membentuk personality bot menciptakan kesan lebih personal terhadap user/customer. Pembentukan kepribadian ini melalui nama, avatar, gender bot, gaya berbicara, dan sebagainya. Sehingga ketika customer menghubungi chatbot, terdapat identitas brand juga yang melekat di dalamnya.
6. Lakukan research terkait produk dan customer
Bertugas untuk melayani customer, pembuatan chatbot harus melalui riset terlebih dahulu. Chatbot designer dapat melakukan riset terkait kebiasaan customer yang berkaitan dengan produk. Dari situ, chatbot designer dapat menyusun kemungkinan pertanyaan yang diajukan oleh customer.
7. Conversation flow
Conversation flow bertujuan untuk membuat percakapan dengan bot berjalan lancar ketika berkomunikasi dengan user seperti sedang chatting dengan manusia. Alur ini dimulai dari bagaimana bot menyapa customer, merespon pertanyaan, hingga mengakhiri percakapan.
8. A/B Testing
Membandingkan dua respon berbeda yang mungkin terjadi ketika bot dirilis. Adanya A/B testing memudahkan developer dalam menentukan respon mana yang terbaik. Adanya A/B Testing juga berguna untuk meminimalisir adanya kesalahan.
9. Gabungkan kemampuan chatbot dengan live agent
Chatbot dan manusia dapat saling melengkapi dalam menciptakan layanan pelanggan yang lebih baik. Keduanya punya keunggulan masing-masing. Chatbot mampu aktif selama 24/7 untuk menyelesaikan tugas sederhana yang telah ditentukan. Sementara itu, live agent lebih fokus untuk mengatasi tugas-tugas kompleks dalam bisnis sehingga performancenya meningkat. Jika keduanya digabungkan, layanan pelanggan akan lebih efektif.
10. Tambahkan pengetahuan kepada bot
Bot merespon user/customer berdasarkan pengetahuan yang dimasukkan ke dalam sistemnya. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pengetahuan kepada chatbot terkait produk dan layanan dari bisnismu. Kamu bisa melatih chatbot dengan mengupdatenya secara berkala terkait informasi produk dan layanan. Produk OCA AI memiliki fitur entity untuk mengatur update pengetahuan dan kemampuan chatbot.
Penutup
Chatbot design yang baik akan membantu membuat chatbot lebih conversational yang tentunya lebih disukai oleh customer kamu. Untuk memudahkan mendesign chatbot yang menarik, kamu bisa menggunakan OCA AI. Semua kebutuhan membuat chatbot, update pengetahuan chatbot, hingga menambah fitur-fitur yang interaktif bisa dilakukan. Hubungi kami atau langsung beli layanan OCA AI dengan mendaftar di website.

Leave a Reply