Maksimalkan Fitur Broadcast WhatsApp

Maksimalkan Fitur Broadcast WhatsApp: Kiat Membuat Pesan yang Efektif

Memiliki kemampuan beradaptasi yang baik membantu bisnis lebih efisien dalam berkomunikasi dan menjangkau pelanggan mereka. Broadcast WhatsApp merupakan salah satu alat yang sangat efektif untuk menjangkau pelanggan. Fitur ini memungkinkan pengiriman pesan ke ribuan pelanggan sekaligus dalam sekali klik. Saat ini, lebih dari 5 juta bisnis menggunakan WhatsApp di seluruh dunia dan sebanyak 175 juta pengguna mengirimkan pesan ke akun WhatsApp bisnis setiap harinya.

Memaksimalkan broadcast WhatsApp mendorong bisnis menjangkau pelanggan tanpa batas. Namun, perlu strategi yang tepat agar setiap pesan yang dikirimkan bisa lebih efektif sesuai tujuan bisnis. Dalam artikel ini, OCA akan membahas bagaimana tips atau strategi membuat pesan broadcast yang efektif. Simak caranya lebih lengkap di sini!

Apa Itu Broadcast WhatsApp?

Broadcast WhatsApp
Broadcast WhatsApp

Broadcast WhatsApp adalah fitur dari platform WhatsApp yang memungkinkan kamu mengirim pesan ke beberapa kontak sekaligus. Pesan yang dikirimkan akan diterima layaknya pesan pribadi yang dikirim melalui kolom chat. Broadcast messages sangat berguna untuk bisnis menyampaikan informasi penting, promosi, hingga penawaran khusus kepada pelanggan tanpa harus membuat grup. Dengan broadcast juga, bisnis berpotensi mengirimkan pesan yang dipersonalisasi ke setiap pelanggan mereka. Personalisasi pesan akan menimbulkan kedekatan dari bisnis ke pelanggan.

Berbeda dengan menyebarkan awareness di media sosial, bisnis yang menghubungi pelanggan bisa mencipatakan kedekatan. Di samping kedekatan, berikut ini manfaat broadcast menggunakan WhatsApp.

  • Efektivitas waktu dan tenaga

Tentu broadcast akan menghemat waktu dan tenaga dari karyawan bisnismu atau bahkan kamu sebagai pemilik bisnis. Pengiriman pesan massal tentu lebih efektif dibandingkan mengirimkan pesan secara manual satu per satu kepada ribuan pelanggan.

  • Segmentasi audiens lebih tepat

Broadcast memungkinkan setiap pesannya dikirimkan hanya ke pelanggan tertentu. Dalam kata lain, kamu bisa mengelompokkan pelanggan mana saja yang perlu menerima pesan tersebut. Misalnya, kamu membedakan pesan yang dikirimkan ke pelanggan lama, pelanggan baru, ataupun mereka yang rutin membeli produk tertentu.

  • Meningkatkan loyalitas pelanggan

Lewat broadcast WhatsApp, informasi yang diberikan kepada pelanggan akan terasa lebih eksklusif. Kamu bisa mengirimkan informasi, penawaran khusus, dan pelanggan pun merasa lebih dihargai oleh bisnis. Hal ini mendorong rasa loyal pelanggan untuk tetap setia kepada bisnis yang memperhatikan mereka.

Kiat Membuat Pesan Broadcast WhatsApp yang Efektif

Agar pesan broadcast WhatsApp yang Anda kirim memiliki dampak positif yang signifikan sesuai dengan tujuan bisnis, berikut kiat-kiat yang dapat kamu terapkan sebelum mengirimkan broadcast ke pelanggan lewat WhatsApp.

1. Segmentasi Penerima Pesan

Segmentasi Penerima Pesan
Segmentasi Penerima Pesan

Segmentasi adalah proses membagi daftar kontak ke beberapa kelompok berdasarkan kriteria tertentu. Dengan melakukan segmentasi, kamu bisa memastikan setiap pesan sampai ke orang yang tepat. Melakukan segmentasi kontak pelanggan termasuk ke dalam bagian dari personalisasi. Segmentasi yang tepat juga membantu menghindari kesalahan seperti mengirimkan informasi yang tidak relevan kepada audiens yang salah, yang bisa merusak reputasi bisnis kamu.

Contoh segmentasi dalam kontak pelanggan:
  • Pelanggan Setia: Tawarkan diskon eksklusif atau penawaran spesial untuk mereka yang sering berbelanja rutin dalam 6 bulan terakhir.
  • Pelanggan Baru: Kirimkan welcome messages serta penawaran khusus pelanggan baru pada saat pertama kali berbelanja.
  • Pelanggan Churn: Tawarkan diskon besar-besaran bagi pelanggan yang sudah lebih dari 6 bulan tidak berbelanja di tokomu.

2. Gunakan Pesan yang Dipersonalisasi

Personalisasi
Personalisasi

Seperti yang diketahui, pesan broadcast memang dikirimkan ke banyak orang sekaligus. Namun, penting bagi bisnis untuk menciptakan kesan spesial kepada para penerima pesan. McKinsey & Company menunjukkan bahwa 71% konsumen mengharapkan interaksi yang dipersonalisasi dari bisnis yang mereka dukung, dan bisnis yang memenuhi harapan ini cenderung mendapatkan loyalitas pelanggan lebih tinggi. Kamu bisa gunakan nama penerima di awal untuk membuat seakan-akan pesan tersebut hanya dikirimkan kepada mereka.

Kamu bisa gunakan platform seperti OCA Blast untuk mengirimkan pesan broadcast yang dipersonalisasi menggunakan nama pelanggan. Berikut contoh broadcast messages yang dipersonalisasi:

“Hi [Nama], kami punya kabar baik! Ada diskon khusus untuk produk favoritmu.”

Selain dari nama, personalisasi juga bisa dilakukan dengan mengirimkan informasi relevan kepada audiens. Misalnya, pelanggan setia dapat diberikan apresiasi khusus seperti:

“Terima kasih telah bersama kami selama 2 tahun. Berikut adalah diskon khusus untuk Anda.” 

3. Pesan Singkat dan Padat

Pesan bertele-tele akan lebih membosankan untuk dibaca, terutama bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan waktu. Oleh karena itu, pastikan pesan yang kamu buat singkat, padat, dan langsung pada inti. Hindari menggunakan kalimat terlalu panjang. Sebaliknya, kamu bisa sampaikan informasi dalam 2-3 kalimat menarik. Struktur pesan yang ringkas juga memungkinkan pelanggan memahami inti pesan dengan cepat dan meresponnya sesuai dengan CTA yang diberikan.

Contoh broadcast WhatsApp menarik dan singkat:

  • Diskon Spesial! Nikmati potongan harga hingga 50% untuk semua produk favorit Anda, hanya hari ini! Jangan sampai kehabisan, cek koleksi lengkap kami sekarang!

CTA: Klik di sini untuk belanja sekarang!

  • Gratis Ongkir Seluruh Indonesia! Pesan sekarang dan nikmati layanan pengiriman gratis tanpa minimum pembelian. Penawaran terbatas, yuk belanja sekarang!

CTA: Dapatkan promo sekarang dengan klik di sini!

4. Sertakan Call-to-Action (CTA) yang Jelas

Call to Action
Call to Action. Source: Freepik

Setiap pesan broadcast biasanya diakhiri dengan call-to-action (CTA) yang mengarahkan pelanggan pada tindakan tertentu, seperti pembelian, langganan, ataupun mengunjungi website. CTA dalam broadcast messages ini harus jelas dan mudah dipahami oleh penerima.

Contoh CTA:

  • “Belanja sekarang dan dapatkan diskonnya!”
  • “Klik di sini untuk klaim promo eksklusif!”
  • “Pesan sekarang, stok terbatas!”
  • “Ambil penawaran spesial ini sebelum habis!”
  • “Dapatkan promo menarik dengan satu klik!”

5. Jadwalkan Pengiriman pada Waktu yang Tepat

Mengirim pesan di waktu tepat meminimalisir pesan diabaikan. Kamu bisa menghindari mengirimkan pesan pada jam sibuk atau larut malam. Waktu ideal untuk mengirimkan broadcast biasanya dilakukan pada pagi hari, sebelum orang memulai aktivitas mereka atau saat sore setelah aktivitas harian selesai.

Supaya pesan tetap dikirim di waktu yang tepat, melakukan penjadwalan broadcast akan sangat memudahkan. Menggunakan fitur penjadwalan broadcast memungkinkan kamu mengatur pesan dikirim pada waktu yang optimal tanpa harus melakukannya secara manual, sehingga meningkatkan peluang pesan dibuka dan direspon. Di OCA Blast, kamu bisa manfaatkan fitur scheduler untuk menjadwalkan broadcast WhatsApp yang akan dikirimkan ke pelanggan.

6. Gunakan Visual yang Menarik

Broadcast menggunakan WhatsApp mendukung pesan multimedia dalam berbagai format, termasuk foto, video, dan dokumen. Supaya pesansemakin menonjol, kamu bisa tambahkan elemen visual yang membantu melengkapi informasi dalam format pesan teks. Laporan dari HubSpot menyatakan bahwa konten dengan visual mendapatkan keterlibatan 94% lebih tinggi dibandingkan dengan konten tanpa visual. 

Gambar produk, infografis sederhana, atau video pendek yang menjelaskan penawaran dapat membantu memperjelas pesan dan membuatnya lebih menarik. Pastikan visual juga mendukung CTA, misalnya dengan menampilkan produk yang sedang di diskon atau menyoroti fitur baru yang Anda tawarkan.

7. Pantau dan Analisis Hasilnya

Setelah mengirimkan broadcast, penting untuk memantau dan menganalisis hasilnya untuk melihat sejauh mana pesan tersebut efektif. Data seperti tingkat pembukaan, jumlah klik pada tautan, dan respons dari pelanggan bisa memberikan wawasan tentang seberapa baik kampanye berjalan.

Dengan menganalisis hasil ini, bisnis mengetahui bagian mana dari pesan yang perlu diperbaiki. Misalnya, jika banyak pelanggan membuka pesan tetapi tidak ada yang mengklik CTA, ini mungkin menunjukkan bahwa CTA perlu diperjelas atau ditingkatkan daya tariknya. Pantau hasil setiap kampanye dan gunakan data tersebut untuk terus mengoptimalkan pesan broadcast di masa mendatang.

8. Hindari Penggunaan yang Berlebihan

Mengirimkan pesan terlalu sering dapat mengganggu pelanggan karena spam. Apabila hal ini terjadi, bisa saja akun WhatsApp bisnis milikmu terblokir. Supaya ini tidak terjadi pada bisnismu, pastikan hanya kirim pesan penting ke pelanggan, seperti ketika ada penawaran khusus atau informasi penting. 

Jaga keseimbangan antara memberikan nilai kepada pelanggan dan menjaga frekuensi pesan agar tidak berlebihan. Fokuslah pada kualitas pesan, bukan kuantitas, untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas mereka terhadap bisnis kamu.

Cara Broadcast WA ke Pelanggan yang Efektif dan Efisien

Mengirimkan broadcast WhatsApp ke pelanggan yang cara efektif dan efisien bisa dilakukan dengan menggunakan tools blast seperti OCA Blast. OCA Blast merupakan tools broadcast yang memungkinkan bisnis mengirimkan pesan massal kepada pelanggan mereka melalui channel WhatsApp, SMS, dan email. Berikut cara broadcast WA menggunakan tools OCA Blast:

  1. Masuk ke Home Dashboard OCA, atau Daftar terlebih dahulu melalui website OCA Indonesia
  2. Buat template promosi terlebih dahulu dengan klik menu Template. Lalu, pilih Create Template.
  3. Setelah template disimpan dan diapproved oleh pihak WhatsApp, kamu bisa langsung mengirimkan pesan blast promosi ke pelanggan.
  4. Pilih menu Broadcast, klik button Create Campaign pada pojok kanan atas.
  5. Masukkan informasi seperti Nama Campaign, Contact Group, Tipe Pesan, dan Nama Template yang sudah dibuat sebelumnya.
  6. Setelah sudah terisi semua, klik Create Campaign.

Pesan berhasil dikirimkan ke pelanggan. Pantau juga laporannya secara berkala untuk mengetahui tingkat keberhasilan campaign yang kamu kirimkan ke pelanggan.

Broadcast WhatsApp adalah salah satu cara paling efektif untuk menjangkau pelanggan secara langsung dan cepat. Dengan strategi yang tepat, pesan broadcast dapat meningkatkan interaksi pelanggan, meningkatkan penjualan, dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. Pastikan untuk selalu mempertimbangkan segmentasi, personalisasi, waktu pengiriman, dan CTA yang jelas dalam setiap pesan yang dikirim. 

Gunakan fitur ini dengan bijak, dan lihat bagaimana bisnis dapat berkembang melalui komunikasi yang lebih efektif. Jadikan kirim pesan lebih efektif dengan memanfaatkan tool OCA Blast sekarang!

RELATED ARTICLES:

Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *