Email Open Rate

Email Open Rate: Pengertian, Tips Meningkatkan, dan Cara Hitung

Email marketing berisi promosi dari berbagai macam brand pasti sering kamu jumpai di inbox. Email open rate menjadi metrics pertama yang menentukan keberhasilan email campaign ketika kamu hendak melakukan tracking email marketing. Berdasarkan data Email Munch, tingkat email open rate yang baik berkisar antara 17% – 28%, tergantung pada industri bisnis. Rata-rata nilai open rate email berada di angka 21,33%. Di blog OCA kali ini akan membahas mengenai apa itu email open rate serta bagaimana meningkatkan juga menghitungnya secara otomatis.

Apa itu Email Open Rate?

Metrics yang satu ini menggambarkan berapa banyaknya orang yang membuka email. Email open rate adalah data yang memperlihatkan persentase audiens membuka email promosi dari bisnis. Semakin tinggi persentase open rate email marketing, menandakan orang tertarik dengan email marketing yang dikirimkan bisnis. Open rate penting untuk diketahui karena mempengaruhi kesuksesan campaign melalui email marketing.

Cara Meningkatkan Email Open Rate

1. Perhatikan subject lines email

Jadi bagian yang paling pertama terlihat ketika membuka email, tak bisa dipungkiri kalau subject lines perlu dibuat semenarik mungkin. Tentu tujuannya agar target audiens membuka email tersebut. Dalam membuat subject lines disarankan sesingkat dan semenarik mungkin dengan panjang antara 9 – 60 karakter.

2. Isi konten

Membuat isi konten lebih relevan dapat meningkatkan angka open rate email karena menarik audiens untuk membuka isi konten secara keseluruhan. Konten ini termasuk copy pada subject lines, isi, serta desain. Buatlah email copy yang simple dan mudah dibaca. 

3. Desain menarik dan mobile friendly

Bagaimana kalau email yang dikirimkan hanya berisi tulisan? Dibandingkan dengan tulisan, gambar akan lebih mudah menarik perhatian audiens. Oleh karena itu, ketika membuka email audiens mengarahkan matanya pada visual atau gambar terlebih dahulu. Kemudian, baru keseluruhan teks atau tulisan dibaca audiens. Kamu bisa customized teks dan gambar untuk mengirimkan email marketing menggunakan template yang tersedia di OCA Blast. 

4. Tentukan frekuensi mengirim email

Terlalu sering mengirim pesan kepada audiens melalui email berpotensi menjadikan emailmu dianggap spam. Oleh karena itu, penting untuk menentukan frekuensi mengirim email kepada target audiens. Supaya brand atau bisnis tetap bisa menjadi top of mind awareness, angka ideal untuk mengirimkan email antara 10 – 19 email per bulan. Namun, angka tersebut tetap dapat disesuaikan dengan subscribers atau target audiens masing-masing bisnis.

5. Kirim di waktu yang tepat

Mengirimkan email di waktu yang tepat tentu bisa meningkatkan persentase email dibuka audiens. Apabila kamu mengirimkan email di jam kerja, potensi email dibuka akan lebih tinggi. Berdasarkan studi Mailmunch, waktu terbaik mengirim email di hari Senin dengan potensi tingkat open rate mencapai 22%. Alasan utamanya karena di weekend orang-orang atau audiens jarang membuka email mereka.

Cara Menghitung Email Open Rate

Tiap bisnis pasti memiliki tingkat open rate berbeda. Angka ini juga bergantung pada data kontak email yang dimiliki bisnis. Misalnya, sebuah UMKM mengirimkan promosi ke 150 pelanggan yang berlangganan via email. Dari 150 email yang dikirimkan, sebanyak 85 audiens membukanya. Maka, tingkat open rate dari UMKM tersebut sebesar 56%.

Dengan begitu, kamu bisa menggunakan hitungan rumus berikut ini untuk mengukur angka open rate dari email marketing yang dikirimkan kepada target audiens.

Open Rate = Email Opened / Email Send x 100

Apabila kamu mendapatkan bounced email atau email terpental yang tidak terkirim kepada target audiens. Maka, rumus hitungan yang digunakan untuk mengetahui nilai open rate sebagai berikut.

Open Rate = Email Opened / (Email Send – Email Bounced) x 100


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *