Klik di dalam email marketing menjadi pertanda bahwa penerima email memang tertarik dan membaca isi konten dari campaign milikmu. Click through rate merupakan satu dari sekian banyak metrics di dalam email marketing yang penting untuk diperhatikan. Angka CTR email marketing yang tinggi menandakan jumlah target audiens menekan tombol pada link tertentu semakin banyak. Sebanyak 53% marketers mengalami tantangan dalam menaikkan nilai CTR email marketing.
Apa itu CTR email marketing?
Click-through rate (CTR) atau dikenal juga email click rate merupakan rasio jumlah orang yang mengklik hyperlink, CTA, atau attachment file yang tersedia di dalam email. CTR email marketing dapat dihitung menggunakan formula email yang di klik dibagi email yang dikirimkan. Kemudian, hasilnya perlu dikalikan 100 untuk bisa dapat nilai atau persentase CTR email marketing.
Kenapa CTR email marketing penting?
Seberapa penting memperhatikan CTR dalam proses campaign menggunakan email marketing? Sebagai marketers, CTR akan membantu kamu mengambil keputusan dalam memahami kebiasaan audiens.
Sebagai contoh, nilai CTR rendah memperlihatkan bahwa konten atau campaign yang dikirimkan kurang menarik bagi target audiens. Berlaku sebaliknya, tingkat CTR tinggi berarti banyak audiens mengklik link pada email marketing yang dikirimkan. Dengan begitu, nilai CTR bisa membantu kamu mengetahui jenis campaign apa yang berhasil dan tidak untuk target audiens.
Cara meningkatkan CTR di dalam email marketing
1. Tentukan Target Audiens
Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengirimkan email marketing adalah menentukan target audiens. Masing-masing audiens pasti memiliki keunikannya, menentukan target audiens akan membantu kamu dalam membuat konten atau isi email yang lebih relevan.
2. Subject Email Menarik
Saat menerima email, tulisan yag pertama kali terlihat tentu subject email. Rangkuman mengenai apa isi email yang dikirimkan atau biasa dikenal juga dengan judul. Subject yang menarik akan membuat audiens merasa harus untuk membuka email tersebut. Sebaliknya, subject email biasa saja akan membuat audiens mengabaikan, bahkan lebih buruknya menandakan email marketing yang kamu buat sebagai spam.
Beberapa cara dalam membuat subject email yang menarik bisa menggunakan berbagai pertimbangan berikut ini.
- Urgensi: Menciptakan suasana mendesak atau urgensi dalam sebuah promosi dinilai efektif membuat audiens mengambil langkah selanjutnya, seperti memesan produk yang dipromosikan melalui link CTA.
- Rasa Penasaran: Buat subject email yang menjadikan audiens penasaran. Bagaimana caranya? Buatlah subject yang mengharuskan email dibuka untuk mendapatkan informasi. Misalnya “Maximize your business performance with 3 important things”. Apabila target audiensmu adalah pemilik bisnis, tentu saja subject email seperti itu akan menghasilkan rasa penasaran untuk mendapatkan insight baru. Saat email dibuka, kamu bisa arahkan audiens untuk mengklik link agar bisa melihat insight tersebut.
- Penawaran: Produk gratis atau bahkan diskon sangat menarik untuk dilirik. Misalnya, “Last Call dapatkan diskon 50% OFF langsung dengan kode voucher”. Untuk melihat kode voucher, tentunya audiens perlu membuka email atau bahkan mengklik link agar bisa langsung mengambil vouchernya.
3. Personalized Email
Setiap audiens ingin email yang ditulis dikhususkan untuk mereka, dengan kata lain email dibuat lebih personal. Sederhana saja, email personal ini bisa dibuat dengan menyapa audiens sesuai nama yang terdaftar di dalam sistem milikmu. Namun, bagaimana jika bisnis punya ratusan customer yang harus dikirimkan personalized email ini? Tak perlu khawatir, dengan OCA Blast kamu dapat mengirimkan ratusan, ribuan, bahkan jutaan personalized email hanya dalam sekali klik.
4. Gunakan Copy dan Call-to-Action (CTA)
Copy atau tulisan menarik diiringin dengan call-to-action berpotensi meningkatkan jumlah klik. Tulisan menarik akan membuat audiens membaca keseluruhan email dibanding hanya membaca sekilas. Kemudian, copy email haruslah relevan dengan kebutuhan pelanggan. Kamu bisa menaruh CTA buttons di akhir email untuk memudahkan menuju link yang telah diarahkan sebelumnya.
5. Lakukan A/B Testing
Rencana A dan B mungkin punya tingkat keberhasilan berbeda dalam menarik audiens. Oleh karena itu, A/B testing perlu dilakukan. A/B testing di dalam email marketing merupakan proses mengirimkan variasi campaign ke target audiens tertentu dan variasi lainnya ke target audiens lain untuk mendapatkan hasil terbaik.
Proses A/B testing di dalam email marketing membantu kamu dalam mengetahui jenis campaign apa yang dirasa berhasil menggugah target audiens untuk melihat atau bahkan membeli produk yang ditawarkan. A/B testing juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan CTR email marketing.
Kamu bisa melakukan A/B Testing menggunakan OCA Blast. Terdapat fitur dari OCA Blast untuk mengelompokkan kontak ke dalam grup berbeda. Dengan begitu, kamu bisa melakukan A/B testing ke dua atau lebih grup kontak untuk mengetahui jenis campaign yang berhasil memikat target audiens.
Cek Analitik CTR di OCA Blast

Tanpa harus menghting satu per satu, kamu bisa melihat jumlah CTR hanya melalui laporan yang tersedia di dalam OCA Blast. Baik keseluruhan email atau hanya email tertentu, semua bisa di cek di OCA Blast. Berikut langkah-langkahnya:
1. Login ke dashboard OCA Blast.
2. Klik Email, kemudian pilih Broadcast.
3. Akan muncul daftar Campaign Name, klik Action.
4. Nantinya akan muncul laporan mengenai berapa jumlah audiens atau penerima email yang mengklik.

Leave a Reply