Tanpa disadari, chatbot sudah ada dikehidupan kita sejak lama. Kini, chatbot semakin keren dan canggih sehingga kerap digunakan sebagai alat bantu bisnis dalam menggaet pelanggan. Namun, masihkah kamu berpikir kalau membuat chatbot itu sulit dan butuh ahli bidang IT? Jawaban tersebut relatif. Dengan menggunakan software chatbot builder seperti OCA AI, membuat chatbot bukanlah masalah besar. Bahkan kamu bisa membuat chatbot sederhana dalam hitungan jam tanpa butuh keahlian khusus.
Penggunaan chatbot pun terus meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi. Setidaknya, sebanyak 80% pelanggan berinteraksi dengan chatbot minimal sekali dalam setahun. Kini, chatbot semakin dipertimbangkan, khususnya bagi bisnis mulai bergerak ke arah automasi komunikasi. Data dari Tidio menyatakan, sebanyak 19% perusahaan di seluruh dunia telah menggunakan chatbot dan 62% lainnya berencana untuk menggunakan chatbot kedepannya.
Apa itu Chatbot dan Chatbot Builder?
Chatbot secara mudah diartikan sebagai robot yang diprogram supaya mampu menirukan percakapan manusia baik dalam bentuk lisan atau tulisan. Adanya chatbot memungkinkan pelanggan berinteraksi secara langsung dengan komputer layaknya mereka berkomunikasi dengan manusia. Lebih dari itu, saat menggunakan chatbot pelanggan bisa menghubungi lewat channel manapun. Chatbot juga bisa memberikan permintaan layanan, mengirimkan email, hingga menghubungkan pelanggan ke human agent dalam waktu singkat.
Perlu diketahui, dalam penggunaannya chatbot perlu dibuat terlebih dahulu. Oleh karena itu, perlu adanya chatbot builder. Chatbot builder adalah tools untuk membuat chatbot tanpa harus memiliki skill coding. Mudah? Tentu saja. Setiap orang tidak perlu memiliki background teknologi komputer untuk bisa menyusun chatbot sendiri. Dengan begitu, bisnis dapat lebih mudah dalam melancarkan proses automasi komunikasi. Chatbot builder ini dapat digunakan mulai dari small business hingga enterprise sehingga menjangkau segala tingkatan bisnis.
Chatbot builder tak hanya bisa diakses oleh siapapun. Membuat chatbot dengan chatbot builder pun akan jauh lebih efektif karena menghemat waktu dan biaya. Kamu bisa membuat chatbot sederhana dalam hitungan jam tanpa butuh keahlian coding dengan sistem drag-and-drop. Sementara itu, chatbot yang dibuat dari awal atau from scratch memang memerlukan keahlian khusus sehingga lebih sulit. Pembuat chatbot from scratch perlu skill coding untuk memberikan perintah kepada chatbot.
Bagaimana Cara Kerja Chatbot?
Kamu mungkin sedikit bingung bagaimana chatbot bisa dengan mudah memahami perkataan manusia dan menjawabnya. Cara kerja chatbot secara umum mengikuti aturan yang sudah di set oleh developer atau pembuatnya. Setidaknya ada tiga aturan yang dibuat, yakni understand, act, and respond. Mulai dari memproses permintaan user, menginterpretasikan, dan pada akhirnya memberikan respon kepada user.
Cara kerja chatbot ini berdasarkan 2 hal: rule-based dan AI-based. Rule-based chatbot lebih mudah dibuat, tetapi terbatas karena hanya bekerja berdasarkan program yang telah diatur. Berbeda dengan AI-based, chatbot tipe ini jauh lebih kompleks karena dibuat menggunakan kecerdasan buatan dan Natural Language Processing (NLP).
Alasan Bisnis Perlu Pakai Chatbot
Membalas chat dengan cepat
Ekspektasi pelanggan selalu mengharapkan balasan dengan cepat dari pertanyaan yang mereka ajukan. Kurang dari 5 menit, pelanggan bisa langsung mendapatkan jawaban dari chatbot. Berbeda jika bisnis hanya mengandalkan admin atau human agent, perlu waktu untuk mengetik dan mengirimkan jawaban kepada customer.
Operasional bisnis banyak berjalan mulai pukul 8 pagi – 5 sore. Lebih dari itu, pelanggan akan sulit menghubungi brand karena akan direspon keesokan hari. Sedangkan saat memilih pakai chatbot, bisnis bisa berjalan selama 24 jam penuh. Chatbot dapat membantu menjawab pertanyaan simple pelanggan seperti FAQ dalam hitungan detik tanpa harus membuat pelanggan menunggu terlalu lama.
Meningkatkan revenue
Bisnis pasti akan menghitung berapa besar perkiraan keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan chatbot ini. Dari data Juniper Research, pelanggan muda alias Gen-Z akan lebih memilih menggunakan bot untuk membeli produk atau jasa. Data tersebut juga mencantumkan sebesar 43% customer menggunakan chatbot untuk pembelian. Di tahun 2023, revenue yang dihasilkan dari penggunaan chatbot diprediksikan mencapai $112 miliar.
Menjaga performance dan produktivitas karyawan
Benefit penggunaan bot mempengaruhi performance dan produktivitas karyawan. Bagaimana caranya? Pertanyaan simple, FAQ, dan sejenisnya akan lebih mudah diselesaikan chatbot dalam waktu singkat. Karyawan akan lebih fokus menyelesaikan masalah yang lebih kompleks dan kritikal. Sedangkan, hal-hal teknis akan sepenuhnya ditangani oleh chatbot.
Menambah customer experience
Experience satu hal yang bisa menjadi game-changer buat bisnismu. Pengalaman mengesankan bikin pelanggan selalu ingin balik lagi. Sebaliknya, pengalaman buruk yang dialami pelanggan bisa mempengaruhi keinginan potensial pelanggan untuk belanja produk atau jasamu. Apalagi lewat review yang bisa diakses dengan mudah. Oleh karena itu, sangat rugi ‘kan kalau kamu tidak bisa menjaga customer experience? Penggunaan chatbot memudahkan pelanggan dalam menjangkau bisnis atau brand. Kemudahan ini memberikan pengalaman baru yang berdampak positif buat bisnismu.
Menghemat cost perusahaan
Benefit esensial yang bisa diberikan chatbot kepada bisnis ialah menghemat cost. Mengimplementasikan chatbot lebih hemat dibandingkan menggaji karyawan untuk mengerjakan tugas repetitif. Namun, apabila kamu memilih merancang chatbot dari awal, cost yang dibutuhkan akan lebih besar mencapai USD 80.000. Karena itu, bagi kamu yang mau menghemat cost perusahaan akan lebih efektif jika menggunakan chatbot builder.
Mengumpulkan informasi customer
Chatbot dapat membantu kamu mengumpulkan informasi pelanggan seperti nomor telepon dan email. Kamu bisa menyimpan validasi data tersebut ke dalam sistem CRM seperti OCA Interaction. Chatbot dapat secara otomatis memberikan formulir kepada customer untuk melengkapi data mereka.
Dengan mengumpulkan informasi pelanggan, akan jauh lebih mudah lagi bagi bisnis kamu mengirimkan pesan promosi, menangani komplain, dan sebagainya dari pelanggan yang sama di masa mendatang.
Bagaimana Caranya Membuat Chatbot Tanpa Coding?
Proses pembuatan chatbot tanpa coding tentu jauh lebih mudah dibandingkan membuat chatbot sendiri, bahkan hanya memakan waktu hitungan jam. Apabila kamu masih bingung dalam membuat chatbot sendiri, simak tahapan pembuatannya berikut ini.
1. Identifikasi Penggunaan Chatbot
Identifikasi tujuan bot yang ingin digunakan, pastikan kamu membuatnya dengan tujuan yang spesifik. Misalnya, kamu ingin meningkatkan customer service maka kamu perlu membuat chatbot helpdesk.
Untuk membantu kamu mengidentifikasi kebutuhan bot tersebut, berikut beberapa pertanyaan yang perlu kamu jawab:
- Apa tujuan kamu membuat bot ini, seperti meningkatkan penjualan, menjaga hubungan pelanggan, atau menambah lead?
- Fitur utama apa yang harus ada di dalam chatbot bisnis kamu? Menjawab FAQ, menghubungkan dengan agent customer service, reminder pelanggan, dan sebagainya.
2. Pilih Platform Tempat Menampilkan Chatbot
Chatbot umumnya diintegrasikan ke platform komunikasi seperti, WhatsApp, Instagram, Facebook, hingga Website yang mudah diakses oleh para pelanggan. Kamu dapat melihat kebiasaan pelanggan menghubungi bisnis kamu dari platform mana sehingga kamu bisa melayani pelanggan dengan lebih cepat melalui platform komunikasi kesayangan mereka.
3. Pilih Penyedia Software Chatbot Builder
Membuat bot dengan mudah tentunya bisa digunakan tanpa coding menggunakan software chatbot builder. Kamu bisa pilih penyedia software chatbot builder seperti OCA AI. Fitur OCA AI akan memudahkan kamu dalam membuat bot sendiri tanpa harus repot memikirkan codingan yang rumit. Berikut keuntungan ketika kamu menggunakan chatbot builder OCA AI:
- Buat chatbot dapat dilakukan tanpa coding
- Tersedia template chatbot
- Conversation flow dibuat dengan sistem drag and drop
- Tersedia riwayat pembuatan chatbot dan pilihan mengembalikan chatbot ke versi tertentu
- Mengintegrasikan chatbot ke channel komunikasi pilihan bisnis kamu
- Mengetahui riwayat percakapan bot dengan pelanggan
4. Design Chatbot Conversation Flow Bisnis
Kamu dapat menyusun alur percakapan (chatbot conversation flow) di dalam Chatbot Flow Editor. Dengan sistem drag-and-drop, kamu dapat menambahkan elemen yang berfungsi sebagai komponen dari alur percakapan chatbot.
5. Test Chatbot Buatan Kamu
Sebelum dirilis, pastikan chatbot buatan kamu berjalan sesuai dengan keinginan. OCA AI menyediakan fitur untuk test chatbot sebelum digunakan.
Chatbot Builder OCA AI dan Fitur OCA AI
OCA AI merupakan software pembuat chatbot dari OCA Indonesia. Dengan OCA AI, siapapun dapat dengan mudah membuat chatbot untuk bisnisnya tanpa perlu memiliki kemampuan coding. Kemudahan tersebut dapat kamu rasakan lewat sistem drag-and-drop dalam pembuatan chatbot.
Adapun beberapa fitur dari OCA AI seperti berikut ini.
- Home: fitur ini akan menampilkan daftar chatbot yang pernah dibuat. Kamu pun dapat membuat chatbot baru dari menu Home dengan menekan tombol New Chatbot di pojok kanan atas.
- Entities: mengumpulkan berbagai diksi atau kalimat yang sering diberikan oleh customer kepada chatbot. Terdapat dua jenis Entities, yakni Entity Sinonim dan Entity RegEx. Entities tersebut akan membantu chatbot mendeteksi apa yang diinginkan oleh customer.
- Report: ketahui secara spesifik efektivitas penggunaan chatbot melalui filter. Visualisasi Report OCA AI akan menampilkan banyaknya interaksi di chatbot, lama interaksi, unique user yang sering berinteraksi, dan channel yang digunakan.
- Conversation Log: pantau seluruh percakapan bot dan pelanggan yang masuk di menu Conversation Log. Kamu dapat melihat seluruh respon dari bot, mengunduh riwayat percakapan, hingga mengetahui informasi pelanggan. Di Conversation Log kamu akan menemukan informasi terkait nama pelanggan, channel interaksi, nama chatbot beserta versi bot, dan detail percakapan lainnya pada menu Profile Info di sisi kanan halaman.
- Integration: hubungkan chatbot yang telah kamu buat ke berbagai channel komunikasi, seperti Instagram, WhatsApp, Facebook, Twitter, Telegram, dan Line.
Automasi komunikasi menggunakan chatbot akan menciptakan seamless interaction antara bisnis dan customer. Buat dan customized chatbot kamu sendiri menggunakan sistem drag-and-drop yang lebih mudah dan terjangkau untuk segala jenis bisnis.

Leave a Reply