Seperti identitas personal yang membuat tiap individu itu unik, brand identity juga penting di dalam bisnis untuk membedakan sebuah brand dengan brand lainnya. Desain brand identity yang kuat akan membentuk perusahaan kita.
Lalu apa itu brand identity dan apa fungsinya di dalam bisnis? Bagaimana pula caranya membangun brand identity yang kuat agar memiliki pengaruh di market yang dipenuhi kompetitor? Simak pembahasannya di bawah ini.
Apa Itu Brand identity?
Brand identity adalah elemen-elemen yang dikreasikan perusahaan untuk menggambarkan citra yang tepat kepada pelanggannya. Mempertahankan identitas brand yang konsisten di seluruh platform meningkatkan revenue bisnis sebanyak 23%.
Brand identity berbeda dengan brand image dan branding, meskipun istilahnya sering kali bisa digunakan secara bergantian. Brand identity membuat sebuah brand langsung dikenal oleh konsumen. Audience akan mengasosiasikan brand identity dengan produk dan layanan perusahaan.
Identitas brand adalah apa yang membentuk hubungan antara bisnis dan pelanggan, membangun loyalitas pelanggan, dan menentukan bagaimana pelanggan memandang sebuah brand. Dengan membuat brand identity yang tepat akan dan diterapkan secara konsisten, akan sangat berpengaruh pada angka penjualan dalam jangka panjang. Kepercayaan pelanggan juga akan semakin kuat!
Apa Fungsi Brand Identity?
Salah satu contoh brand identity yang kuat dimiliki iPhone sebagai merek ponsel premium yang hadir dengan fitur mumpuni dan kualitas yang bisa diandalkan. Meski dipasarkan dengan harga yang tidak bisa dibilang murah, iPhone tetap dinantikan pelanggan di seluruh dunia berkat identitasnya yang kuat ini.
Nah, sebenarnya apa saja fungsi brand identity? Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Meningkatkan Brand Recognition
Brand recognition adalah seberapa baik target audience dan pelanggan potensial mampu mengingat brand dan bahkan perusahaannya. Brand recognition merupakan indikator bahwa brand kita unik dan berbeda dari kompetitor, sampai bisa diingat orang.
Salah satu contoh brand yang kuat adalah Nike. Meskipun tidak menggunakan produknya, orang akan langsung mengenali Nike dari logonya. Merek ini juga sudah sangat dikenal dengan kualitasnya yang tinggi dan toko yang tersebar di seluruh dunia. Rasanya sangat sulit untuk salah mengira logo Nike dengan logo merek lainnya saking kuatnya identitas mereka.
Saat pelanggan berada di tahap brand recognition, yang berada satu tingkat di atas brand awareness, maka mereka tahu kalau brand kita itu ada. Mungkin mereka masih belum siap membeli produk atau menggunakan layanannya, tapi setidaknya mengetahui dan mungkin mempertimbangkan untuk menggunakannya suatu hari nanti.
2. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
Pelanggan setia secara umum bersedia menghabiskan lebih banyak untuk membeli produk dan menggunakan layanan brand kita. Riset yang dilakukan Frontify menunjukkan bahwa sebanyak 57% konsumen menghabiskan lebih banyak uang hanya untuk brand yang sudah sering mereka gunakan secara reguler. Pelanggan setia biasanya merupakan pelanggan yang sudah berkali-kali membeli. Mereka akan menantikan produk baru brand tersebut dan apa pun update dari brand.
Loyalitas pelanggan bukan merupakan sesuatu yang bisa dipaksakan, melainkan merupakan efek natural dari pengalaman yang positif saat menggunakan brand tertentu. Pelanggan setia menganggap brand kita lebih baik dibanding brand kompetitor, sehingga akan tetap menggunakannya meskipun ada brand lain yang menawarkan fitur dan fungsi serupa.
Brand identity yang kuat artinya brand tersebut telah membangun identitas yang baik dan brand tersebut berhasil memenuhi identitasnya secara konsisten. Konsistensi diperlukan sepanjang brand itu ada, bukan hanya citra yang dibangun di awal saja. Dengan kualitas ini, pelanggan akan mengalami pengalaman positif dan bersedia menjadi lebih dari sekedar pembeli satu kali.
3. Marketing Word of Mouth yang Positif
Saat brand sudah punya pelanggan setia, mereka akan dengan sendirinya menceritakan pengalaman baiknya saat menggunakan produk atau layanan brand tersebut ke orang-orang terdekat mereka. Tak sedikit konsumen potensial yang lebih mempercayai rekomendasi langsung dari orang terdekatnya dibandingkan dari iklan. Inilah sebabnya, marketing dari mulut ke mulut yang positif itu sangat penting.
Menurut Sprout Social, marketing dari mulut ke mulut dapat meningkatkan dampak pemasaran secara umum sebanyak 54%. Brand identity yang kuat dengan marketing dari mulut ke mulut akan menghasilkan meluasnya brand awareness dan brand recognition, hingga pada akhirnya dapat meningkatkan angka penjualan.
4. Efektivitas Iklan Lebih Tinggi
Efektivitas iklan mengacu pada seberapa besar kemungkinan pelanggan akan membeli produk setelah melihat iklannya. Makin tinggi efektivitas iklan, makin besar kemungkinan pelanggan membeli produk kita. Semua iklan yang berasal dari brand identity yang kuat akan memenuhi rasa penasaran dan ketergantungan.
Saat sebuah brand yang identitasnya kuat meluncurkan iklan baru, biasanya target audience dan pelanggannya akan penasaran seperti apa iklannya dan apa produk baru yang ditawarkan. Contohnya saat Samsung meluncurkan ponsel terbarunya, banyak orang penasaran apa saja fitur terbarunya. Padahal belum tentu mereka akan membeli ponsel baru itu, hanya karena identitas yang kuat saja mereka penasaran.
Meski tidak semua orang langsung membeli, tapi rasa penasaran yang kuat akan meningkatkan brand awareness dan recognition. Bagi pelanggan setia, mereka mungkin akan langsung membeli produk baru tersebut. Pelanggan potensial yang selama ini sudah tahu identitas brand tersebut yang kuat dan sedang membutuhkan produknya juga kemungkinan besar akan membeli.
5. Price Sensitity yang Rendah
Price sensitivity atau sensitivitas harga merupakan istilah yang menggambarkan seberapa besar biaya produk menjadi beban bagi target market untuk membelinya. Makin rendah bebannya, maka makin baik, karena artinya pelanggan tidak terlalu memikirkan harga untuk mendapatkan produk tersebut. Ini bisa terjadi karena pelanggan sudah percaya dengan brand tersebut dengan identitasnya yang kuat.
Pada umumnya, pelanggan yang sensitivitas harganya rendah sebelumnya sudah pernah merasakan kepuasan menggunakan produk dan layanan dari brand tersebut. Mereka sudah punya pengalaman positif dengan brand tersebut.
Kekuatan brand identity yang baik adalah memungkinkan perusahaan untuk menaikkan harga. Kenapa? Karena brand tersebut sudah terbukti mampu memenuhi ekspektasi dan bahkan sudah mengalami peningkatan kualitas.
6. Makin Banyak yang Ingin Bekerja di Perusahaan Beridentitas Kuat
Saat sebuah brand memiliki identitas yang kuat, maka akan lebih banyak pelamar kerja yang ingin menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Apalagi kalau dilengkapi dengan tawaran yang menarik bagi karyawan. Selain itu, semakin banyak karyawan yang merasa bangga menjadi bagian dari brand tersebut.
Contoh Brand Identity
1. Nike
Terkenal dengan logo Swoosh yang mudah dikenali dan slogan “Just Do It” yang menginspirasi. Warna hitam dan putih konsisten digunakan dalam branding mereka, dan kampanye mereka sering menampilkan atlet terkenal untuk memperkuat pesan merek.
2. Coca-Cola
Memiliki logo tulisan “Coca-Cola” dalam font Spencerian Script yang khas, dengan kombinasi warna merah dan putih yang sangat identik. Desain botol kontur yang ikonik dan unik serta slogan seperti “Taste the Feeling” menekankan pengalaman emosional saat menikmati produk.
3. Google
Menggunakan logo dengan font sans-serif dan warna-warna primer yang cerah seperti biru, merah, kuning, dan hijau. Desain antarmuka mereka sederhana dan user-friendly, dengan maskot Android yang lucu dan ramah. Google Doodles yang kreatif sering kali bertema untuk memperingati hari-hari tertentu.
Tingkatkan brand identity dengan membangun interaksi yang lebih baik dengan pelanggan! Gunakan software CRM omnichannel berkualitas seperti OCA Interaction yang menggunakan berbagai macam platform. Hubungi pelangganmu di Twitter, Facebook, Instagram, Messenger, WhatsApp, dan email dengan lebih mudah bersama OCA!

Leave a Reply