Insight Ramadan 2024

Ramadan Insight Indonesia 2024: Consumer Behavior untuk Tentukan Strategi Penjualan

Bagi masyarakat muslim di seluruh dunia, bulan Ramadan adalah waktu paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Brand atau bisnis pun perlu menyusun strategi berbeda supaya bisa memanfaatkan opportunity dengan baik di momen spesial ini. ​​Ini karena, selama Ramadan terdapat peningkatan aktivitas belanja pelanggan, sebagai salah satu cerminan saling berbagi dan meningkatkan silaturahmi. Memperhatikan insight Ramadan 2024 dapat membantu kamu memahami pelanggan lebih baik dan menentukan strategi penjualan yang pas.

Momen Ramadan di Indonesia sendiri memiliki pengaruh signifikan terhadap kebiasaan belanja dan kebutuhan masyarakat, terutama di kategori produk tertentu. Tren meningkatnya aktivitas belanja tentu memberi peluang lebih besar bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan angka penjualan dengan strategi yang tepat. Lewat artikel ini, OCA akan membahas insight Ramadan dan kebiasaan belanja pelanggan saat Ramadan.

Ramadan Insight 2024

Kapan Ramadan 2024?

Ramadan 2024 akan jatuh pada awal Maret 2024. Di sepanjang momen Ramadan ini,  waktunya bisnis mempersiapkan diri untuk menyusun strategi marketing Ramadan yang sesuai dengan kebiasaan dan perilaku pelanggan secepat mungkin. Strategi ini untuk mengimbangi perubahan perilaku konsumen yang lebih gencar berbelanja dibanding hari biasanya.

Perubahan perilaku pelanggan sendiri dapat dilihat dari waktu mereka berbelanja. Berdasarkan data Inmobi, 40% pelanggan Indonesia belanja kebutuhan mereka 2 minggu sebelum Ramadan. Proses research produk sendiri dilakukan sangat awal. Bahkan, satu bulan sebelum Ramadan dimulai. Perubahan ini mempengaruhi jam atau waktu belanja pelanggan Indonesia, 34% belanja pada pukul 10.00-14.00 dan 30% belanja pada pukul 18.00-22.00.

Menurut riset dari Inmobi dalam Marketers Guide to Ramadan 2024, pelanggan Indonesia meningkatkan biaya belanja online mereka hingga 60% dan 41% untuk belanja offline. Sementara itu, 32% berusaha mempertahankan budget belanja Ramadan mereka sama seperti tahun lalu. Dari data tersebut, YouGov mendapatkan bahwa pelanggan di Indonesia meningkatkan budget untuk beberapa kebutuhan, seperti donasi, makanan dan minuman, baju, serta paket internet lebih besar dari tahun sebelumnya.

Barang yang Dibeli Pelanggan Indonesia secara Online dan Offline

Kebiasaan berbagi di bulan Ramadan sangat lekat dengan budaya masyarakat Indonesia. Tak heran kalau pelanggan Indonesia memprioritaskan belanja Ramadan untuk diri sendiri (57%) dan keluarga (26%). Pilihan channel belanja pun bergantung dengan barang yang akan dibeli, faktor kemudahan pembayaran, diskon dan promo Ramadan, gratis ongkir, sampai pengalaman belanja mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli barang secara online atau offline.

Top 3 Barang yang Dibeli Online

Banyaknya e-commerce dan platform belanja online memberikan pilihan cara belanja yang lebih variatif saat Ramadan. Berdasarkan data InMobi, pembelian secara online melalui ponsel atau desktop lebih disenangi oleh pelanggan Indonesia. Faktor pendukung belanja online lebih banyak dipilih karena kemudahan pembayaran, banyak diskon dan penawaran dari aplikasi, dan gratis ongkir. 

Sebagian besar muslim di Indonesia semasa Ramadan membeli paket data atau internet (86%), baju dan aksesoris (78%), serta kebutuhan pribadi dan kosmetik (70%). Kemudian, diikuti dengan donasi online (59%), makanan dan minuman (53%), kebutuhan rumah tangga (53%), elektronik (48%), dan vitamin (44%).

Top 3 Barang yang Dibeli Offline

Meski sudah ada kemudahan berbelanja secara online, budaya belanja langsung ke toko (offline) di bulan Ramadan masih banyak dilakukan. Alasan pelanggan masih ingin belanja secara offline karena beberapa alasan berikut ini:

  • Bisa melihat dan menyentuh barang secara langsung
  • Pengalaman belanja di store
  • Meminimalisir kemungkinan salah memilih atau membeli produk

Barang-barang yang dipilih untuk dibelanjakan secara offline termasuk, obat dan vitamin (48%), makanan dan minuman (46%), serta donasi langsung (36%). Sementara itu, untuk pembelian paket internet, pakaian, serta kebutuhan pribadi dan kosmetik paling jarang dibeli secara offline.

Kenali 4 Fase Penting saat Ramadan

Ramadan Insight 2024: Fase Ramadan bagi Bisnis

Perubahan kebiasaan pelanggan pasti terjadi di momen Ramadan setiap tahunnya. Perubahan ini termasuk minat hingga kebiasaan belanja pelanggan. Berdasarkan Indonesian consumer insights, Google membagi perubahan kebiasaan ini ke dalam 4 tahap. Berikut informasi lengkapnya berserta strategi marketing yang cocok untuk digunakan:

Pre-Ramadan: Penuh Persiapan dan Antisipasi

Selebrasi menyambut Ramadan dari waktu ke waktu selalu meriah. Hampir seluruh umat muslim di Indonesia mulai mencari konten inspiratif yang berkaitan dengan Ramadan sampai dengan mencari tips menjalankan Ramadan dengan baik.

Orang-orang mulai mencari tempat buka bersama, outfit baju muslim, sampai dengan yang berkaitan dengan peningkatan ibadah selama Ramadan. Selain itu, akan banyak orang yang mempersiapkan dekorasi tema Ramadan, resep makanan spesial, sampai dengan busana muslim.

Di momen Pre-Ramadan ini, bisnis bisa meningkatkan brand awareness melalui berbagai macam promosi, memanfaatkan unsur, tema, dan simbol Ramadan, serta memberikan tips khusus Ramadan yang menginspirasi audiens.

Awal – Pertengahan Ramadan: Waktunya Fokus Puasa

Memasuki awal Ramadan, konsumsi media sosial serta online video akan meningkat secara signifikan. Orang yang berpuasa bahkan menghabiskan waktu 30% – 40% untuk menyaksikan konten berformat video serta scrolling media sosial. Kegiatan ini banyak dipilih karena tidak menguras banyak tenaga. Banyaknya konten yang dilihat selama masa ini, kamu bisa manfaatkan sebagai strategi marketing sebagai berikut:

  • Manfaatkan media sosial dan channel komunikasi untuk terhubung dengan pelanggan dan menjangkau target audiens.
  • Buat konten positif bertemakan Ramadan, seperti konten saling berbagi, donasi, hingga launching produk eksklusif.

Pertengahan – Akhir Ramadan: Persiapan Menuju Lebaran

Aktivitas dan kebiasaan pelanggan maulai berubah di waktu ini. Menjelang Idul Fitri atau Lebaran, pelanggan mulai mencari hadiah untuk keluarga. Di waktu ini juga, pelanggan mulai mencari diskon dan membeli produk incaran mereka. Bagi pelaku bisnis, terapkan strategi marketing berikut ini untuk mendorong penjualan:

  • Broadcast promosi eksklusif ke pelanggan secara terbatas dengan OCA Blast untuk meningkatkan urgensi pembelian.
  • Berikan rekomendasi produk yang sesuai kebutuhan pelanggan saat Ramadan.
  • Buat produk khusus seperti hampers untuk membantu pelanggan berbagi dengan kerabat dan keluarga.

Eid: Perayaan Bersama Keluarga

Sebagai penutup Ramadan, perayaan Idul Fitri waktu tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan orang terdekat. Banyak orang saling berbagi hadiah sebelum aktivitas berubah seperti semula. Bagi bisnis, pakai momen ini untuk melakukan strategi marketing berikut:

  • Ajak pelanggan untuk berbagi momen Ramadan dan Idul Fitri mereka 
  • Kirimkan ucapan Idul Fitri dengan OCA Blast supaya brand menjadi top of mind.

Tipe Pelanggan Saat Ramadan

Tahun ini, ada tiga tipe pembeli saat Ramadan di Indonesia. Masing-masing dari mereka memiliki pendekatan dan persiapan berbeda. Tipe pelanggan seperti apa yang banyak terlihat saat Ramadan?

Tipe Pelanggan saat Ramadan 2024

1. Unplanned Shopper (Spontan)

Sebanyak 17% tipe pelanggan di Indonesia saat Ramadan dikategorikan sebagai Unplanned Shopper. Seperti sebutannya, mereka sama sekali belum menentukan barang atau brand apa yang ingin dibeli di momen bulan suci ini. Dibandingkan menentukan barang atau brand untuk belanja, Unplanned Shopper cenderung lebih mencari deals atau diskon yang menguntungkan mereka. Budget yang disiapkan juga lebih rendah dibandingkan dengan tipe pelanggan lainnya, 61% Unplanned Shopper menyiapkan budget kurang dari Rp3 juta untuk berbelanja selama masa Ramadan.

2. Explorer Shopper

Explorer Shopper atau bisa disebut juga sebagai Planned Shopper merupakan kategori pelanggan paling banyak di Ramadan 2024 ini. Sebanyak 68% pelanggan Indonesia merupakan bagian dari explorer shopper, di minggu pertama para explorer shopper akan mulai mencari produk incaran mereka dan membelinya di minggu kedua Ramadan. Dari data InMobi, kategori ini dipenuhi oleh 72% milenial dan 70% Gen Z. Budget yang disiapkan oleh para explorer shopper lebih dari Rp3 juta untuk berbelanja.

3. Brand Lovers (Loyal Customer)

Setiap brand pasti memiliki pelanggan setia yang menantikan produk-produk mereka di bulan Ramadan. Kategori pelanggan ini juga termasuk ke dalam pelanggan yang ada di bulan Ramadan 2024 ini. Brand Lovers atau loyal customer adalah pelanggan yang sudah menentukan produk dari brand kesayangan mereka yang ingin dibeli di bulan puasa. Jumlah pelanggan ini sebanyak 15%, di antaranya terdiri dari millenial dan Gen Z.

Report menunjukkan, sebagian besar brand lovers (71%) menyiapkan budget belanja mereka di atas Rp3 juta dan (45%) lainnya menyiapkan budget di atas Rp5 juta. Bahkan, brand lovers rela menghabiskan uang lebih banyak untuk barang favorit mereka di bulan Ramadan ini. 

Dengan mengetahui kategori pelanggan ini, bisnis bisa membuat promo yang sesuai dengan behaviour dan keinginan masing-maisng tipe pelanggan saat Ramadan. Ketika menyampaikan promo, kamu bisa buat lebih personalized dengan mengirimkannya ke WhatsApp, SMS, atau Email pelanggan. Buat kategori kontak agar pengiriman promo semakin tepat sasaran, kamu bisa gunakan OCA Blast untuk membuat kategori kontak pelanggan hingga mengirim pesan.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *