Strategi Marketing berdasarkan generasi

Bikin Strategi Marketing Ramadan 2025 Berdasarkan Generasi!

Strategi Marketing Berdasarkan Generasi

Memahami karakteristik setiap generasi memungkinkan bisnis untuk menyusun strategi marketing yang lebih efektif, memperluas jangkauan, hingga membangun hubungan lebih kuat dengan setiap generasi. Perbedaan karakteristik antara Gen Z, Milenials, Gen X serta Baby Boomers mempengaruhi bagaimana bisnis bisa terkoneksi dengan mereka melalui pendekatan serta preferensi yang berbeda.

Di Ramadan 2025 ini, ada peluang besar bagi bisnis dengan menargetkan 2 miliar orang di seluruh dunia yang merayakan bulan suci. Di Indonesia sendiri terdapat 11,4% atau 243 juta orang yang menjalankan ibadah Ramadan. Momen ini sekaligus menjadi waktu yang tepat untuk merancang kampanye yang relevan dan tepat sasaran. Salah satunya dengan memahami target audiens berdasarkan generasi.

Strategi Marketing Ramadan berdasarkan Generasi

Generasi Z (Gen Z) – Si Pecinta Video

Gen Z

Gen Z adalah generasi paling tech-savvy yang mendominasi momen Ramadan tahun ini. Menurut data ada sekitar 45 juta orang yang dikelompokkan sebagai Gen Z dan kebanyakan mereka (90%) suka konten berbentuk video seperti YouTube Shorts, Instagram Reels, dan Tiktok.

Short Video Form. Source: Freepik

Buat PDKT dengan para Gen Z, kamu bisa memaksimalkan konten video pendek dengan durasi 30 detik hingga 1 menit. Selain itu, kamu bisa fokus pada konten-konten ringan yang relevan dengan tema Ramadan. Para Gen Z juga percaya dengan review-review yang diberikan oleh influencer yang masuk ke beranda Tiktok/Youtube Shorts mereka. Berikut cara-cara memaksimalkan strategi marketing untuk Gen Z:

  • Buat konten yang menarik dan cepat pakai format Short Video Marketing, seperti tutorial singkat, review produk, bahkan behind the scene untuk diupload di Tiktok, Youtube Short, ataupun Reels.
  • Scroll media sosial sambil belanja? Gen Z banget! Mereka suka menggunakan fitur Tiktok Shop, Instagram Shop, ataupun platform lain yang bisa terhubung ke e-commerce. Maksimalkan penjualan ke Gen Z bisa dengan Social Commerce!
  • Mudah terinfluence orang lain, Gen Z sangat percaya sama para influencer. Buat bisnis, yuk manfaatin Influencer Marketing yang menargetkan Gen Z. Lebih ampuh dari pasang iklan di TV!
  • Jangan promosi berlebihan, karena Gen Z suka hal yang Autentik dan Transparan. Buat strategi yang juga mengedepankan isu sosial serta memberikan dampak positif secara langsung!
  • Gen Z kurang tertarik dengan program loyalitas, jadi lebih baik tawarkan promo besar atau cashback buat menarik perhatian mereka. 
  • Manfaatkan hashtag populer dan tren untuk menjangkau lebih banyak audiens.

Millennial Penguasa E-commerce

E-Commerce. Source: Freepik

Millennials adalah generasi yang tumbuh dengan perkembangan teknologi dan lebih suka berburu diskon serta mencari harga terbaik sebelum membeli. Dengan jumlah yang sama dengan Gen Z, mereka lebih senang untuk belanja online. Sekitar 72% millennial aktif di e-commerce, terutama karena mereka sangat peka terhadap harga. Manfaatkan strategi marketing berikut untuk memikat Millennial di bulan Ramadan:

  • Tawarkan Diskon dan Promo Eksklusif di waktu krusial seperti saat sahur dan berbuka.
  • Gunakan strategi Flash Sale atau Bundling Product terbatas yang hanya ada di bulan Ramadan.
  • Millennial sangat percaya review dari sesama pengguna. Gunakan User-Generated Content (UGC) untuk mendorong pelanggan lainnya membagikan pengalaman mereka sebagai testimoni atau ulasan.
  • Sebagai pecinta belanja online, pastikan e-commerce memiliki tampilan user-friendly, kemudahan pembayaran, dan opsi pengiriman Gratis Ongkir.

Gen X – Family Friendly Content

Lebih mengutamakan stabilitas finansial merupakan ciri khas dari Generasi X. Di Ramadan 2025, terdapat sekitar 30 juta orang Gen X yang merayakan bulan suci ini. Mereka cenderung menikmati konten yang menyentuh aspek emosional dengan tema keluarga. Menurut data, 67% Gen X menyukai cerita yang membawa nuansa hangat Ramadan. Dengan kebiasaan para Gen X ini, kamu bisa jadikan strategi marketing sebagai berikut:

  • Kampanye Nostalgia yang mengingatkan masa kecil Gen X akan lebih efektif menarik perhatian mereka.
  • Konten yang menampilkan kehidupan keluarga menjadikan brand kamu lebih menonjol di Generasi X. Misalnya, iklan Sirup bertema keluarga yang hanya ada di bulan Ramadan.
  • Generasi X sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang, jadi Transparansi Harga dan Diskon Jelas mendorong mereka untuk berbelanja.
  • Siapa bilang email marketing ketinggalan zaman? Generasi X masih sering memeriksa email marketing berisi promosi di Inbox mereka.
  • Gunakan WhatsApp untuk kemudahan belanja modern bagi para Gen X.

Baby Boomers – Penggemar Belanja Offline 

Baby Boomer masih menjadi generasi yang lebih nyaman dengan metode belanja tradisional. Jika dibandingkan dengan Gen Z dan generasi lainnya, Baby Boomers menjadi generasi yang paling loyal terhadap brand, terutama yang sudah mereka percayai. Berdasarkan data, ada sekitar 15 juta orang yang dikelompokkan sebagai generasi Baby Boomers. Sebanyak 30% dari mereka mengutamakan belanja langsung ke toko, supermarket, ataupun pasar. Namun, diskon dan penawaran spesial tetap menjadi daya tarik utama dari generasi ini.

Generasi satu ini juga bisa dibilang tidak terlalu ahli dalam teknologi. Untuk bisa mengambil hati para Baby Boomers, diperlukan strategi marketing dengan cara-cara tradisional, seperti iklan billboard, brosur, katalog, bahkan spanduk. Berikut strategi marketing yang bisa diterapkan untuk target audiens Baby Boomers:

  • Buat iklan dengan media konvensional, seperti TV, koran, katalog, brosur, ataupun billboard. 
  • Penawaran atau promosi harus menarik dan jelas. Contoh, diskon, cashback, atau reward.
  • Baby boomers mengutamakan pengalaman mereka, pastikan bisnis memberikan layanan responsif dan ramah.
  • Walaupun masih lebih suka belanja offline, Baby Boomers juga mulai beradaptasi dengan belanja online. Pastikan ada opsi pembelian yang fleksibel. Misalnya, kamu bisa memberikan opsi pembayaran COD untuk target audiens baby boomers.
  • Berikan petunjuk penggunaan yang sederhana dan mudah digunakan. After sales juga akan memberikan nilai lebih bagi para baby boomers.

Ramadan sebagai Waktu Emas untuk Bisnis

Ramadan bukan sekadar bulan suci, tetapi juga momen untuk membangun koneksi yang lebih erat dengan audiens. Dengan memahami perilaku setiap generasi, bisnis dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif. Jangan lupa, setiap generasi memiliki kebutuhannya masing-masing, sehingga penting untuk menyesuaikan pendekatan dan platform yang digunakan.

Manfaatkan Ramadan 2025 untuk tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi juga memperkuat hubungan dengan pelanggan. Jadikan bulan ini sebagai momen untuk berbagi, terhubung, dan menciptakan pengalaman yang bermakna.

Segmentasi Pelanggan Berdasarkan Generasi Pakai OCA. Konsultasi gratis sekarang!

RELATED ARTICLES:

Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *