Strategi Marketing SMS Blast Meningkatkan Penjualan

8 Strategi Marketing SMS Blast Meningkatkan Penjualan

Makin banyak pengguna ponsel dan semakin banyak pula waktu yang dihabiskan pengguna ponsel untuk membuka ponsel mereka. Fakta ini menjadikan strategi pemasaran melalui SMS sebagai metode yang tepat untuk meningkatkan penjualan sekaligus meningkatkan brand awareness. 

Tentunya setiap strategi marketing sms memiliki tips dan triknya masing-masing. Bagaimana caranya menjadikan SMS Blast menjadi strategi yang efektif dan bagaimana sebuah bisnis bisa bersaing di tengah pasar yang begitu ketat? Yuk, cari tahu di bawah ini. 

strategi marketing sms

Tips Menjalankan Strategi Marketing SMS Blast 

Ini dia 8 tips menjalankan strategi marketing SMS Blast untuk meningkatkan penjualan:

1. Tahu Siapa Target Audience Bisnismu

Setiap strategi marketing SMS yang baik harus menyertakan target audience. Siapa target audience yang tepat untuk menggunakan produk atau servis brand kita? Perusahaan yang tidak mengetahui siapa target yang dituju akan sangat kesulitan menjalankan promosinya. 

Setelah tahu siapa target audience bisnismu. penting untuk mengetahui seberapa nyamannya konsumen dengan menerima SMS dari bisnis. Cara yang mudah untuk mengetahuinya adalah dengan bertanya. Buat survei atau formulir dan minta waktu agar konsumen bersedia mengisinya. Secara umum, konsumen yang lebih muda menerima tawaran promosi lewat SMS Blast. 

2. Buat Pesan yang Sederhana

Apa sih alasan orang suka dengan SMS? Karena ringkas. Pesan yang dikirim via SMS tidak boleh lebih dari 153 karakter, sehingga sudah pasti isinya tidak berbelit-belit. Kalau info yang disampaikan panjang, maka yakinkan penerima SMS untuk klik link yang ditautkan di dalam pesan. 

Tentu saja, perlu latihan untuk membuat kalimat dengan pilihan kata yang tepat tapi tetap singkat, ditambah call to action di bagian akhir. Untuk memberi ruang lebih banyak, pastikan untuk menyingkat URL untuk diklik penerima. Sekarang sudah ada banyak layanan mempersingkat URL yang bisa digunakan.

3. Uji SMS Blast dengan A/B Test

Bagi yang belum familier dengan A/B Test, ini adalah metode pengujian efektivitas SmS Blast untuk bisnis kita. Caranya adalah dengan mengirimkan 2 pesan blast yang berbeda untuk mengetahui pesan mana yang mendapat respons lebih baik. 

Seperti semua eksperimen pada umumnya, jumlah variabel harus dibatasi agar kita bisa melihat respons yang berbeda-beda. Contohnya, pesan A menyertakan call to action di bagian tengah, sedangkan pesan B menghadirkannya di akhir. Sisanya, pesan di kedua SMS itu benar-benar sama persis. 

A/B Test dalam strategi marketing SMS akan memberikan gambaran secara langsung mana pesan yang mendapat respons paling baik dari konsumen. Dengan begitu, template ini dapat digunakan lagi ke depannya saat akan mengirim SMS Blast. 

4. Hadirkan Nilai dalam Pesan SMS

Di setiap SMS Blast yang dikirim, setiap penerima membutuhkan waktu selama beberapa detik untuk membuka pesan tersebut. Kalau pesan kita berhasil menarik perhatian mereka untuk membaca, maka pastikan agar dalam setiap pesan ada nilainya. Kalau tidak ada nilainya, maka kecil kemungkinan konsumen akan membaca lagi pesan SMS Blast berikutnya yang kita kirimkan. Jangan sampai SMS Blast hanya berakhir masuk ke folder Trash tanpa dibaca sedikit pun. 

Seperti apa sih nilai yang dimaksud? Bentuknya sangat variatif, mulai dari potongan harga hingga penawaran khusus. Selain itu, bisa juga diberikan dalam bentuk tips yang berguna dan disampaikan pada waktu yang tepat. 

Lalu apa contoh informasi yang tidak ada nilainya? Contoh yang paling mudah adalah SMS Blast yang isinya hanya mengingatkan penerima SMS akan produk atau servis apa saja yang kita jual. Isi SMS yang hanya berupa tautan ke website kita juga tidak akan ditanggapi dengan baik oleh penerima. 

5. Hindari Spam

strategi marketing sms

Sudah menemukan layanan SMS Blast yang tepat? Kunci selanjutnya adalah menemukan seberapa sering sebaiknya kita mengirim SMS ke konsumen. Kebanyakan perusahaan menganggap waktu 1 minggu 1 SMS Blast adalah periode yang sangat tepat. Tapi tentu ada pengecualiannya. 

Misalnya dalam waktu 1 minggu ternyata kesulitan untuk membuat pesan yang ada isinya dan ada nilainya, maka sebaiknya jangan memilih periode 1 minggu. Ingatlah bahwa nilai sangat penting dalam mengukur kesuksesan SMS Blast. Lebih baik frekuensinya tidak terlalu sering tapi ada nilainya. 

SMS Blast yang dilakukan terlalu sering tapi tidak ada nilainya, akan berakhir sebagai spam belaka. Kalau respons sudah menurun, biasanya konsumen sudah menganggap SMS Blast kita sebagai spam yang mengganggu. Frekuensi penerimaan SMS juga bisa dijadikan sebagai pertanyaan di survei. Dengan begitu, kita jadi tahu seberapa sering konsumen bersedia menerima SMS bisnis. 

6. Buat Pesan Personal

Mengirimkan pesan yang lebih personal akan lebih mengena dibandingkan pesan yang ditujukan untuk semua konsumen. Untuk membuat pesan personal, bisa mengambil data dari seberapa sering konsumen mengunjungi website, apa produk yang mereka cari, dan berapa lama mereka berada di website tersebut. 

Dari info di atas, maka SMS bisa dibuat secara personal dan hanya ditujukan untuk konsumen itu saja. Misalnya ada konsumen yang mengunjungi situs yang menjual kopi. Konsumen tersebut menghabiskan banyak waktu di halaman produk baru, tapi tidak memasukkan produk baru ke dalam keranjang. 

Perusahaan kopi tersebut bisa mengirimkan SMS personal yang berisi kode promo khusus untuk membeli produk baru tersebut. Pesan semacam ini lebih tepat sasaran dan bisa meningkatkan angka penjualan dengan efektif. 

7. Tambahkan CTA yang Jelas

Setiap SMS Blast harus mengandung call to action, apa pun itu bentuknya. Tanpa CTA yang jelas, tentu SMS Blast jadi tidak berarti. Kita sudah berhasil menarik perhatian mereka sampai mereka bersedia membuka SMS dan membacanya. Kalau sudah begitu, minta mereka untuk melakukan sesuatu. 

Contohnya adalah dengan mengunjungi website atau akun media sosial. Tentu harus disertai dengan alasan menarik kenapa mereka harus melakukannya. Misalnya karena ada promo yang menunggu begitu link diklik. 

8. Buat Kesan FOMO

Fear of Missing Out sangat tepat digunakan dalam SMS Blast. Dengan begitu, penerima SMS akan mengambil aksi lebih cepat. Cara yang paling berhasil adalah dengan memberikan limit waktu terbatas. Misalnya berikan kode promo tapi hanya berlaku selama 24 jam. 

Perlu diperhatikan juga agar cara yang mengandung unsur FOMO ini tidak disarankan untuk sering digunakan. Alasannya karena bisa menimbulkan kesan yang terlalu agresif dan memaksa, konsumen bisa-bisa tidak tertarik lagi dengan brand yang ditawarkan. Manfaatkan SMS Blast untuk meningkatkan penjualan bisnismu. Pilih layanan yang tepat seperti OCA Blast yang menawarkan pengalaman berinteraksi dengan nyaman dan efektif dengan konsumen. SMS Blast bisa digunakan untuk berbagi konten, promosi, platform customer support, dan masih banyak lagi dengan OCA.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *