Semakin banyak pengguna ponsel yang menghabiskan waktu dengan membuka ponsel mereka. Data dari WeAreSocial menyatakan, 98.7% populasi di seluruh dunia memiliki ponsel. Fakta ini menjadikan strategi pemasaran melalui SMS sebagai metode tepat untuk meningkatkan penjualan sekaligus brand awareness.
Setiap strategi marketing tentunya memiliki tips dan triknya masing-masing. Lalu, bagaimana caranya menjadikan SMS Blast sebagai strategi pemasaran yang efektif untuk sebuah bisnis bersaing dengan kompetitor?
Tips Menjalankan Strategi Pemasaran Melalui SMS Marketing
Ketahui Target Audiens Bisnismu
Strategi marketing yang baik harus tahu siapa yang menjadi target audiensnya agar pesan bisa tersampaikan dengan tepat. Dalam menentukan atau mengetahui siapa audiens yang ingin disasar kamu bisa melihat dari beberapa kategori, seperti jenis kelamin, usia, sosial media yang dipakai, pekerjaan, dan kategori lainnya bahkan hingga sangat detail. Bisnis yang tidak mengetahui siapa target audiensnya akan lebih sulit menjalankan promosi.
Setelah tahu siapa target audience bisnismu. penting untuk mengetahui seberapa nyamannya konsumen dengan menerima SMS dari bisnis. Cara yang mudah untuk mengetahuinya adalah dengan bertanya. Buat survei atau formulir dan minta waktu agar konsumen bersedia mengisinya. Secara umum, konsumen yang lebih muda menerima tawaran promosi lewat SMS Blast.
Buat Pesan Singkat dan Padat
Orang banyak menyukai SMS karena lebih ringkas sehingga seluruh isi pesan mudah dibaca hanya melalui notifikasi. Pesan yang dikirimkan melalui SMS tidak boleh lebih dari 160 karakter. Sehingga isinya jauh lebih singkat dan padat, informasi yang disampaikan pun langsung kepada intinya.
Ketika menjalankan strategi marketing melalui SMS Blast, kamu perlu menuliskan informasi dengan sederhana dalam 160 karakter. Apabila informasi yang disampaikan lebih panjang, kamu dapat mengakalinya dengan mencantumkan link atau call to action (CTA) di dalam SMS.
Personalisasi Pesan ke Pelanggan
Pesan personal akan lebih berkesan dibandingkan pesan yang ditujukan ke seluruh pelanggan. Personalisasi pesan ini dapat kamu ambil dari data pelanggan, seperti seberapa sering mereka mengunjungi website dan berinteraksi dengan bisnis, produk yang dicari, berapa lama pelanggan berada di website, ataupun seberapa sering mereka berbelanja. Dari informasi yang dikumpulkan tersebut, kamu bisa menciptakan pesan yang lebih personal ke masing-masing pelanggan.
Membuat personalisasi SMS yang akan dikirimkan ke pelanggan pun tidak terlalu sulit. Kamu dapat memasukkan data pelanggan ke database kontak di dashboard OCA Blast, membuat template pesan, dan mengirimnya. Otomatis, pesan yang dikirimkan akan dipersonalisasi sesuai dengan penerima.
Lakukan A/B Testing
Strategi marketing yang efektif pasti perlu melalui tahap A/B testing. A/B testing merupakan metode pengujian efektivitas yang sesuai dengan bisnis. Metode ini dilakukan dengan mengirimkan 2 format pesan blast berbeda. Dari kedua pesan tersebut, kamu bisa mengetahui pesan mana yang mendapat respon lebih baik dari pelanggan.
Sebagai contoh, SMS A dikirimkan dengan call to action di tengah dan SMS B memiliki call to action di bagian akhir pesan. Dari kedua pesan tersebut, SMS A lebih banyak mendapatkan klik dan menghasilkan konversi dibanding pesan B. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan gambaran secara langsung pesan mana yang memiliki antusiasme dari pelanggan. Template serupa pun dapat diaplikasikan lagi untuk kampanye promosi mendatang saat akan mengirim SMS marketing.
Hindari Melakukan Spam ke Pelanggan
Pesan yang dikirimkan berulang dalam waktu singkat secara bersamaan tentu akan membuat pelanggan merasa terganggu dan menganggap pesan tersebut sebagai spam. Oleh karena itu, perlunya menentukan frekuensi mengirim SMS ke pelanggan harus dipikirkan dengan matang. Kamu bisa mengirimkan pesan SMS Blast 1-2x dalam seminggu.
Kalau respons sudah menurun, biasanya konsumen sudah menganggap SMS Blast kita sebagai spam yang mengganggu. Frekuensi penerimaan SMS juga bisa dijadikan sebagai pertanyaan di survei. Dengan begitu, kita jadi tahu seberapa sering konsumen bersedia menerima SMS bisnis.
Tambahkan CTA
Setiap SMS Blast harus mengandung call to action, apa pun itu bentuknya. Tanpa CTA yang jelas, tentu SMS Blast jadi tidak berarti. Kita sudah berhasil menarik perhatian mereka sampai mereka bersedia membuka SMS dan membacanya. Kalau sudah begitu, minta mereka untuk melakukan sesuatu.
Contohnya adalah dengan mengunjungi website atau akun media sosial. Tentu harus disertai dengan alasan menarik kenapa mereka harus melakukannya. Misalnya karena ada promo yang menunggu begitu link diklik.
Tawarkan Promosi Eksklusif
Promosi eksklusif adalah hal yang membuat SMS blast jadi lebih spesial dibandingkan promosi yang ditawarkan di media sosial. Kamu bisa berikan batas waktu atau masa berlaku promosi lebih singkat supaya pelanggan bisa langsung menukarkan promosi tersebut.
Manfaatkan SMS Blast untuk meningkatkan penjualan bisnismu. Pilih layanan yang tepat seperti OCA Blast yang menawarkan pengalaman berinteraksi dengan nyaman dan efektif dengan konsumen. SMS Blast bisa digunakan untuk berbagi konten, promosi, platform customer support, dan masih banyak lagi dengan OCA.

Leave a Reply