Tips Membuat Email Marketing untuk Pemula (2)

Tips Membuat Email Marketing untuk Pemula

Penggunaan email dalam marketing adalah untuk mempromosikan produk maupun layanan perusahaan. Selain itu, email marketing juga digunakan untuk membentuk dan mempertahankan loyalitas pelanggan. Email marketing adalah bentuk marketing yang membuat konsumen di daftar email mengetahui jika ada produk baru, program diskon, dan servis lainnya. 

Bukan hanya sebagai email promosi saja, tetapi email marketing juga bisa digunakan untuk menyampaikan nilai brand kita. Sebelum menerapkannya dalam marketing perusahaan, yuk pahami dulu apa itu email marketing dan kenapa elemen ini penting.

Apa Itu Email Marketing?

Email marketing adalah saat sebuah perusahaan menggunakan email untuk berkomunikasi dan terhubung dengan basis konsumennya. ini merupakan bentuk pemasaran langsung yang digunakan untuk memberi info pada konsumen, meningkatkan brand awareness, dan mempromosikan produk dan layanan perusahaan secara spesifik. 

Ada beberapa tipe promosi melalui email yang bisa dipertimbangkan untuk brand kita. Beberapa tipe yang sering digunakan adalah:

  • Email selamat datang untuk konsumen baru (welcoming email)
  • Email newsletters
  • Email promosi
  • Email untuk memelihara hubungan dengan konsumen lama atau mengajak mereka agar terlibat kembali dengan brand
  • Email transaksi, misalnya yang berisi konfirmasi atau pemberitahuan pengaturan ulang password
  • Email survey
  • Email feedback
  • Email di momen spesial, misalnya ucapan selamat ulang tahun di hari kelahiran konsumen. 

Kenapa Harus Menggunakan Email Marketing?

Hingga kini, email merupakan salah satu mode komunikasi online yang paling populer. Dalam sehari, ada ratusan miliar email yang dikirimkan. Menurut survei yang dilakukan Coursera, di tahun 2020 terdapat sebanyak 306.4 miliar dikirimkan setiap hari dan diperkirakan di tahun 2025 angkanya akan berkembang menjadi 376.4 miliar per hari. 

Email mampu meraih konsumen potensial dalam jumlah sangat besar hanya dengan sekali klik saja. Tentu ini menjadikan email sebagai perangkat marketing yang terjangkau, tetapi dampaknya sangat besar. Salah satu studi di tahun 2021 menunjukkan bahwa rata-rata Return of Investment (ROI) untuk email marketing adalah sekitar $36 untuk setiap modal $1 yang dihabiskan. 

Tentu saja, ROI email marketing tidak sama di setiap industri. Ada banyak faktor yang mempengaruhi email marketing dan dampaknya pada konsumen. Yang pasti, apa pun industrinya, terbukti bahwa email marketing menawarkan penghasilan yang sangat potensial. 

Cara Membuat Email Marketing untuk Pemula

Email marketing yang sukses adalah yang dapat melibatkan konsumen lama, menarik perhatian konsumen baru, dan membantu perusahaan meraih gol marketing mereka. Untuk membuat email marketing yang sukses, tentu harus direncanakan dengan matang dan penuh strategi. 

Bagaimana caranya agar konsumen dapat terlibat lewat email marketing? Bagaimana caranya agar isi email tetap relevan dengan tren? Kapan pula waktu yang tepat untuk mengirim email marketing? Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa diterapkan oleh pemula dalam membuat email marketing:

1. Buat Subjek Email yang Menarik

Sebelum email dibuka, selain nama pengirim, yang terlihat adalah subjek email. Inilah alasannya kenapa subjek email harus dibuat semenarik mungkin agar penerimanya terdorong untuk membuka dan membaca pesan di dalamnya. Isi email biasanya merupakan pesan yang mendorong pembaca untuk melakukan sesuatu. 

Volume tinggi email yang dikirim setiap hari berarti kompetisi antar perusahaan juga tinggi. Bagaimana caranya agar email brand kita mendapat perhatian konsumen di tengah banyaknya email dari brand lainnya? Subjek email harus relevan dengan penerima email. 

Berikut ini adalah beberapa cara membuat subjek email yang menarik:

  • Menyatakan promosi dengan jelas, misalnya “Dapatkan DISKON 15% untuk pembelian minggu ini!”
  • Buat kesan urgensi yang membuat penerimanya merasakan efek Fear of Missing Out (FOMO), seperti “CUMA HARI INI! DISKON up to 50%!”
  • Buat penerima penasaran, seperti “Cashback 100%? Temukan di sini!”
  • Fokus ke periode waktu tertentu, seperti “Belum beli bingkisan Lebaran? Kami ada untuk membantu!”
  • Membuat pesan lebih personal, seperti “[nama konsumen], langganan Anda hampir kedaluwarsa!”

2. Buat Struktur Pesan yang Efektif

Struktur sangat penting dalam menulis, sama halnya dengan email marketing. Buat struktur email yang efektif supaya pesan tersampaikan dengan baik ke konsumen dan tidak membuang-buang waktu. Menurut sebuah studi, rata-rata waktu yang dihabiskan orang untuk membaca email dari perusahaan diperkirakan hanya 10 detik. Jadi kita hanya punya waktu beberapa detik untuk menarik perhatian konsumen. 

Untuk mengoptimalkan waktu yang sangat singkat ini, struktur email yang baik sangat dibutuhkan. Beberapa cara untuk memperbesar dampak email dalam waktu yang sangat singkat adalah sebagai berikut:

  • Letakkan info yang paling penting di bagian depan email, misalnya ada potongan harga, cashback, bundling, dan lain sebagainya
  • Buat konten email mudah dibaca dalam waktu singkat sehingga penerimanya tahu inti email, misalnya dengan menambahkan gambar
  • Pastikan teks tidak terlalu panjang
  • Gunakan link untuk mengacu ke penjelasan dan info yang lebih panjang, misalnya ke blog terkait produk atau layanan tertentu
  • Masukkan call to action (CTA), yang paling sering digunakan adalah ajakan membuka link
  • Pastikan CTA berada di akhir email dan terlihat jelas. 

3. Buat Desain Simpel

Ada batas yang sangat tipis antara desain yang menarik perhatian dan yang terlalu ramai hingga mengganggu. Di satu sisi, penting sekali untuk membuat desain yang menonjol secara visual. Di sisi lain, desain yang terlalu menonjol malah dapat mengaburkan isi email marketing. Desain yang simpel terbukti lebih efektif dalam menyampaikan pesan marketing. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain email marketing adalah: 

  • Gunakan maksimal 3 warna saja dalam email marketing supaya tetap menarik tapi tidak berlebihan
  • Fokus ke logo dan branding agar penerima email bisa cepat tahu siapa pengirim email tersebut dari logo atau dari warnanya
  • Gunakan CTA yang terlihat secara visual
  • Optimalkan pesan untuk perangkat seluler karena makin banyak orang yang membaca email di perangkat seluler mereka daripada di laptop atau komputer. 

4. Hanya Mengirim Email ke Konsumen yang Ada di Daftar

Pastikan sebelumnya lakukan survei untuk memastikan daftar konsumen yang memang bersedia menerima email marketing. Alasannya adalah tidak semua konsumen menyukai menerima penawaran lewat email, karena mungkin mereka menggunakan email tersebut khusus untuk bekerja. Begitu konsumen merasa terganggu, mereka bisa menganggap brand image menjadi buruk dan tak lagi menjadi pelanggan di brand tersebut. Bangun komunikasi yang lebih baik dengan konsumen menggunakan platform blast email agar lebih efektif. Hadir untuk pemula maupun bisnis profesional, OCA Blast yang menawarkan terbangunnya komunikasi lebih baik dengan konsumen. Dimulai dari membuat campaign hingga melakukan analisis laporan bisa dilakukan dengan platform OCA!.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *