Tips Call to Action

7 Tips Efektif Membuat Call to Action (CTA)

Menyampaikan pesan ke audiens mudah dilakukan, tetapi bagaimana membuat mereka tergugah untuk membeli? Kalimat ajakan atau call to action adalah solusinya. Call to action merupakan istilah marketing yang merujuk pada aksi yang diambil oleh audiens sesuai dengan harapan marketer. Misalnya, pembelian, registrasi, berlangganan, ataupun uji coba.

Lalu bagaimana untuk membuat call to action yang efektif dan menarik perhatian audiens kamu? Lewat artikel ini OCA akan membagikan beberapa tips membuat call to action.

Contoh Bentuk Call to Action

Button

Button adalah bentuk call to action (CTA) yang paling sering digunakan, button dibuat clickable dengan menampilkan kata dalam ikon yang dapat ditindaklanjuti pengunjung website. Button mendorong pengguna mengklik tombol tersebut. Biasanya, button memiliki desain menggunakan warna yang kontras dengan elemen lainnya sebagai pembeda.

Banner

CTA Banner. Source: Shop at Velvet

Bentuk banner cenderung jauh lebih besar dan sering diposisikan di atas, tengah, atau pinggir sebuah website bersamaan dengan copy dan desain yang menarik. Jika Button mengandalkan tulisan, banner sering menggunakan visual yang eye catching dengan bahasa persuasif untuk menarik perhatian. Sebagai contoh, website Shop at Velvet menggunakan banner sebagai CTA mereka untuk mempromosikan diskon besar-besaran. Hal ini menjadikan button sebagai CTA efektif yang meningkatkan konversi dan engagement karena pengunjung bisa langsung mengklik banner dan diarahkan ke page berisi pakaian diskon.

Hyperlink

Kalimat clickable yang biasanya berwarna biru sering disisipkan dalam copy postingan blog. Contohnya adalah postingan blog milik Tiket.com yang mencantumkan CTA hyperlink agar pengunjung dapat mengetahui seluruh informasi yang relevan dengan Genting SkyWorlds. Hyperlink memang dibuat untuk memandu pengunjung atau pengguna ke halaman yang relevan dengan konten yang mereka baca. Selain itu, hyperlink dapat diarahkan menuju halaman produk, artikel serupa, pendaftaran, ataupun customer service untuk penanganan lebih lanjut. Hyperlink membantu meningkatkan pengalaman pengunjung dan mendorong keterlibatan pengguna lebih lanjut.

Pop-Up

Mirip dengan banner, pop-up atau pop-up banner muncul di awal ketika pengunjung membuka website untuk menarik perhatian. Ukurannya pun relatif lebih besar, hampir memenuhi ¼ halaman. Contohnya adalah pop-up CTA ketika kamu membuka halaman OCA Indonesia. Tidak seperti tombol atau formulir CTA statis, pop-up dapat memberikan penawaran secara efektif atau mendorong pengguna untuk melakukan tindakan seperti mendaftar, download, atau melihat produk secara langsung. Selain menaruhnya di awal halaman, kamu bisa menyisipkan CTA pop-up di akhir sebelum pelanggan meninggalkan website.

Tips Membuat CTA

Gunakan Kata Kerja di CTA

Hanya sedikit space yang tersisa untuk menuliskan CTA. Dengan menggunakan kata kerja, kamu mendorong audiens melakukan tindakan sesuai yang kamu inginkan. Kata kerja mendorong audiens melakukan tindakan sesuai yang kamu inginkan. 

Perhatikan bahwa call to action harus singkat dan jelas dalam menginformasikan langkah apa yang harus dilakukan pelanggan selanjutnya, seperti Daftar Sekarang, Beli Produk, Berlangganan, dan sebagainya.

Menyertakan Kata-Kata yang Memancing Emosi

Supaya bisa mendapatkan lebih banyak klik dan konversi, kamu perlu memicu respons kuat dari audiens. CTA yang antusias dan emosional jadi kuncinya. Misalnya, seseorang berniat untuk mendaftar gym. Melihat CTA seperti “Gabung dan Jadi Versi Terbaik dari Diri Kamu!” akan membangkitkan antusias audiens dan mendorong mereka untuk mengklik CTA kamu. Tambahkan tanda seru di akhir CTA untuk meningkatkan kegembiraan dan membuatnya lebih menonjol.

Manfaatkan Perasaan FOMO

Perasaan takut ketinggalan atau FOMO sangat efektif bagi para pelanggan. Fear of missing out (FOMO) ini efektif karena kebanyakan orang tidak ingin melewatkan kesempatan besar. Salah satu yang memanfaatkan perasaan FOMO adalah CTA promosi event dengan countdown menuju sale besar. Contoh lain dari CTA yang memanfaatkan FOMO adalah “Harga Kembali Normal Besok!”. Kamu dapat menghadirkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan kesempatan besar tersebut.

Buat Desain Button Clickable

Desain button dengan warna kontras lebih menarik perhatian pelanggan. Membuat desain yang clickable untuk CTA penting karena menarik perhatian pengguna, meningkatkan konversi, dan menyederhanakan pengalaman pengguna. Desain yang menarik memastikan CTA terlihat dan mudah digunakan, serta mendorong urgensi.

Tempatkan CTA di Lokasi Strategis

Lokasi strategis mempengaruhi efektivitas CTA yang kamu buat. Mengapa demikian? CTA ditempatkan pada lokasi strategis untuk memastikan pengguna dapat melihatnya dengan mudah sehingga meningkatkan kemungkinan CTA diklik. Penempatan yang tepat, seperti di bagian atas halaman atau setelah konten penting dapat memaksimalkan konversi dengan mengarahkan pengguna secara alami ke langkah berikutnya.

Optimalkan untuk Berbagai Device

Mengoptimalkan tampilan campaign yang akan dikirimkan ke audiens membuat campaign terlihat lebih menarik dan tersusun rapi. Oleh karena itu, kamu harus memastikan bahwa tampilannya dapat menyesuaikan setiap device yang berbeda. Misalnya, 30% audiens kamu membuka email marketing lewat desktop dan 70% lainnya membuka lewat ponsel. Jika hanya dioptimasi untuk satu device, tampilan di device lainnya menjadi kurang menarik bahkan membuat CTA tidak terlihat. Hal ini akan mengurangi efektivitas dari CTA yang sudah kamu buat.

Lakukan A/B Testing

A/B Testing mempermudah kamu dalam mengetahui CTA mana yang efektif untuk menarik perhatian audiens. Dengan A/B testing, kamu dapat menyusun strategi pemasaran beserta CTA lebih relevan.

Gunakan OCA Indonesia untuk Permudah Kirim Pesan dengan CTA

Kamu bisa membuat CTA dengan mudah ketika ingin kirim pesan ke seluruh audiens lewat email marketing, WhatsApp, ataupun SMS menggunakan platform broadcast OCA Blast. Dengan CTA yang disisipkan, kamu dapat meningkatkan konversi penjualan, registrasi, ataupun berlangganan. Yuk, Coba Gratis atau Kontak Kami untuk informasi lebih lanjut! 

Related Articles:

Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *