Di tahun 2021, tentunya jadi tahun yang menjadikan digitalisasi bisnis itu pasti karena semua orang sudah beralih ke digital untuk melakukan banyak hal. Contohnya saja, hampir semua orang menggunakan internet untuk shopping, membeli obat, menonton film, mencari hiburan, mendengarkan musik, dan banyak lagi. Ditambah sekarang semuanya bisa dilakukan melalui smartphone. Gak cuman serba digital, sekarang semuanya serba mobile.
Nah, apakah kamu sudah tau apa saja yang harus kamu lakukan di jaman yang serba digital dan serba mobile ini? Trend apa aja yang ada dan tim marketing kamu harus ikuti tahun 2022 ini?
Meskipun sudah banyak digitalisasi bisnis yang terjadi karena perubahan kebiasaan konsumen. Tapi masih banyak lagi perkembangan yang bisa terjadi. Para orang marketing harus mengerti bagaimana membuat pendekatan yang tepat. Ini adalah 10 dari sekian banyak trend marketing yang ada di tahun 2022.
- Video bukan lagi sebuah “pilihan”
Konten yang paling cepat pertumbuhannya sekarang adalah video. Mulai dari YouTube hingga TIkTok. Kita sebagai manusia, lebih mudah untuk mengerti dengan visual seperti gambar, ilustrasi dan video daripada konten tulisan. Apalagi efek candu dari scrolling video, akan lebih mudah buat kita menonton video pendek durasi 3 menit dibandingkan membaca artikel 2 halaman yang sebenar juga hanya membutuhkan waktu 3 menit. Jadi bagaimana kalau kita berbicara strategi marketing?
Tahukah kamu kalau 84% orang akan lebih melakukan pembelian produk atau setelah menonton video. Itulah alasan banyak sekali tim marketing dan brand fokus ke video marketing. Para penggiat marketing juga setuju, kalau di tahun 2020 konten video adalah bagian paling penting dalam strategi marketing berkembang lebih pesat dari dugaan di tahun-tahun sebelumnya. Jadi konten video bukan lagi sebuah pilihan tapi kamu wajib mencobanya.
- Multichannel itu wajib & coba tingkatkan jadi omnichannel
Konsumen tentunya mau yang serba mudah serba cepat. Mereka ingin interaksi dengan brand atau produk yang mereka ingin beli bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, pakai channel yang mereka mau. Artinya, marketing strategi kamu harus bisa ditemukan oleh mereka melalui channel apapun yang mereka gunakan (terutama yang paling sering mereka gunakan) dan customer support kamu juga harus bisa dihubungi melalui semua channel pilihan mereka.
Kamu pasti tau sekarang yang membedakan satu bisnis dengan bisnis yang lain adalah seberapa bagusnya mereka memberikan pelayanan ke konsumen. Tapi yang jadi masalah adalah banyak dari pembisnis yang tidak tahu bagaimana caranya.
Misalnya, bagaimana cara kamu bisa membalas 100 chat dari 5 channel berbeda dalam satu waktu? Apakah kamu akan butuh 5 orang untuk membuka 5 channel itu? Atau kamu melakukan semuanya sendiri? Wah terdengar sangat tidak efektif dan pasti kamu akan terlambat membalas chat mereka. Yang harus kamu lakukan adalah menggunakan platform CRM seperti OCA yang bisa bantu kamu untuk balas chat ke semua channel dalam satu inbox. Jadi kamu tidak perlu repot buka banyak channel, sehingga kamu bisa balas chat konsumen lebih cepat.
- Conversational marketing atau marketing ala ngobrol
Conversational marketing adalah istilah yang baru “booming” di dunia marketing. Tapi sebenarnya istilah ini bukan hal baru lagi. Banyak bisnis yang dari dulu sudah melakukan kegiatan marketing dengan style mengobrol dengan konsumennya. Sosial media adalah salah satu contohnya; ada lagi live chat seperti melalui whatsapp.
Conversational marketing adalah ketika kamu melakukan kegiatan marketing dengan konsumen kamu dan membuat mereka merasa bukan merasa di “prospek” tapi mereka merasa hanya sedang mengobrol.
Chatbot adalah salah satu contoh trend marketing dalam conversation marketing yang lagi naik daun. Selain membalas chat secara otomatis, konsumen jadinya tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan, mereka juga bisa melakukan pemesanan secara online dengan bantuan chatbot. Jadi kamu tidak perlu lagi kehilangan konsumen hanya karena terlalu lama membalas.
Kamu bisa mengintegrasikan chatbot hampir ke semua channel yang ada, misalnya web chat, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan banyak lagi.
- Marketing berbasis data
Oke, sebenarnya marketing dengan basis data bukan trend baru lagi. Tapi sekarang kamu benar-benar harus menggunakan data untuk menyusun strategi marketing dalam bentuk apapun. Apalagi sekarang, data bisa membuat kamu mengenal konsumen dan menciptakan strategi yang lebih akurat lagi berdasarkan itu.
Makanya skill yang paling dibutuhkan sebagai marketer sekarang adalah bisa membaca metrik marketing untuk bisa melakukan analisis. Banyak loh yang bisa kamu ketahui jika kamu bisa membaca data dalam marketing:
- Seberapa banyak traffic yang didapat website kamu, dan berapa lama durasi mereka ketika berada diwebsite kamu, dan seberapa banyak jumlah kunjungan ke webistemu.
- Produk atau layanan apa yang paling laku
- Seberapa efektif campaign marketing untuk menarik konsumen baru
- Sebanyak apa konsumen yang melakukan pembelian kembali dan seberapa banyak yang tidak
- Seberapa banyak email yang dibuka dan apakah mereka mengklik tombol di dalamnya
- Apakah konten di social media kamu menarik bagi mereka
- Kepuasan konsumen dan apa yang membuat mereka tidak senang
- Bagaimana interaksi yang dilakukan dengan brand kamu
- Marketing yang membuat nuansa nostalgia
Kita pasti tau seberapa saktinya dan pentingnya memanfaatkan emosi dan perasaan dalam marketing. Konten harus bisa mengandung perasaan seperti senang, bebas, bangga, bahkan amarah, semuanya membuat konsumen merasa dimengerti. Nah, iklan yang membuat rasa nostalgia juga salah satu bentuk memanfaatkan emosi dalam marketing.
Nostalgia marketing menggunakan gambar, referensi seperti musik dari jaman dulu bisa membuat orang merasakan emosi yang sentimental. Banyak hal yang bisa menjadikan iklan kamu berasa nostalgia, misalnya waktu, baju, tarian, musik, makanan, perayaan, atau hari-hari besar seperti lebaran dan imlek misalnya.
- Memperhatikan keamanan dan privasi dari konsumen
Kekhawatiran kebanyakan orang sekarang adalah bocornya data pribadi mereka. Ketika data privasi konsumen bocor oleh suatu perusahaan, makaa perusahaan itu pasti akan dicekal dan membuat semua orang tidak mempercayai brand perusahaan itu lagi.
Dengan alasan tadi, semua perusahaan mengimplementasikan protokol keamanan data yang ekstra untuk mengamankan informasi tentang konsumen mereka. Pasti kamu sudah sering menemukan verifikasi seperti pin atau kode OTP.
Itulah kenapa banyak sekali orang memakai keamanan data sebagai nilai jual dari perusahaannya. Karena mengetahui kalau data mereka aman, konsumen akan lebih merasa dilindungi dan mampu meningkat kepercayaan mereka kepada suatu brand.
- CRM menjadi trend digitalisasi perusahaan
Sistem CRM sudah menjadi lebih bagus dan memiliki banyak fungsi untuk mengelola dan membantu pekerjaan customer service. Nah, CRM yang bisa terintegrasi ke banyak channel seperti sosial media sangat membantu bisnis untuk mengelola komunikasi dengan konsumen.
Ini adalah beberapa keuntungan menggunakan CRM:
- Berkomunikasi langsung, lebih cepat, lebih mudah, tanpa harus membuka banyak channel
- Mendapatkan dan menyimpan banyak informasi tentang konsumen, seperti kontak, produk yang dibeli, dan keluhan yang sering dialami
- Melihat dan menyimpan histori percakapan
- Menganalisa data dari komunikasi yang terjadi, seperti channel apa yang paling sering konsumen kamu gunakan untuk menghubungi brandmu
- Customer experience itu no 1
Dalam digitalisasi, semua kegiatan harus cepat dan mudah. Imbasnya adalah ekspektasi konsumen juga naik. Mereka ingin layanan yang efisien. Hambatan yang membuat mereka terganggu bisa membuat mereka menjauhi brand kamu.
Untuk membuat customer experience atau pengalaman konsumen yang lancar kamu harus mengetahui di titik mana mereka mengalami kesulitan dengan melakukan analisa journey konsumen.
Ini adalah contoh gangguan atau masalah yang biasanya dihadapi konsumen:
- Mereka mendapat iklan yang tidak relevan dengan keinginan mereka
- Proses berbelanja atau penggunaan layanan yang ribet
- Respon yang kurang cepat dari suatu brand
- Kualitas customer service yang kurang ramah atau tidak menjawab kebutuhan mereka
- Pendengar yang baik di sosial media
Salah satu alasan bisnis bisa gagal di mata konsumen itu karena suatu brand tidak mengerti apa yang mereka mau atau apa yang mereka rasakan. Mereka tidak akan memperhatikan iklan yang tidak relate dengan perasaan mereka, makanya kamu harus mengetahui apa keinginan dan apa yang dialami oleh konsumen.
Jadi, turunkan idealisme brand kamu dan mulai mendengarkan apa yang konsumen kamu mau. Mendengarkan keluhan atau apa yang mereka tanyakan di sosial media akan membuat kamu mengerti banyak tentang keinginan konsumen.
Dengan mendengarkan konsumen kamu di sosial media dan channel interaksi lainnya akan mendukung riset market yang kamu lakukan. Contohnya kamu bisa mengerti ke arah mana market sekarang dan mempelajari dari kesalahan yang ada.
Menjadi pendengar yang baik di sosial media juga berarti kamu harus bisa merespon kritik dan komplain dengan cepat dan menangani krisis PR lebih baik. Semakin cepat dan tepat kamu merespon masalah yang datang, kamu akan terhindar dari masalah menjadi lebih besar.
Ada banyak cara untuk berinteraksi dengan konsumen secar online. Mungkin tidak semua trend diatas bekerja untuk bisnis kamu. Ada baiknya kamu mempelajari lebih strategi mana yang cocok untuk target konsumen kamu.
